JAKARTA, KOMPAS.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengakui bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga memiliki kelemahan seperti kasus keracunan dan temuan belatung.
Namun, Hashim menilai masalah-masalah tersebut adalah hal yang wajar.
"Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, ada timbulnya belatung-belatung dan sebagainya. Tapi saya kira ini suatu hal yang cukup wajar," ujar Hashim dalam acara ABPEDNAS di Hotel Fairmont, Jakarta, Minggu (19/4/2026) malam.
Baca juga: MBG Reborn: Menakar Keadilan di Piring yang Tepat
Hashim mengingatkan, MBG merupakan program yang pertama kali dilaksanakan, dengan menyasar banyak penerima manfaat sekaligus.
Dia menekankan bahwa MBG adalah salah satu program strategis untuk meningkatkan kecerdasan sebagian besar anak bangsa.
"Termasuk anak-anak kecil yang mengalami stunting dan banyak halangan-halangan tertentu," uhar dia.
Baca juga: Catatan BGN Sepanjang Setahun MBG: 25.000 Dapur hingga Soal Motor Listrik
Sementara itu, adik kandung Presiden Prabowo Subianto ini mengingatkan bahwa MBG merupakan program utama Prabowo-Gibran.
Hashim pun menilai bahwa program MBG banyak diserang kelompok tertentu, tetapi ia mengeklaim program ini merupakan keinginan masyarakat.
"Dan di sini kita lihat bahwa terus terang saja, program MBG ini banyak diserang oleh kelompok-kelompok tertentu dengan fitnah dan hoaks dan kebohongan. Namun kita harus betul-betul menanggapi aspirasi dari rakyat yang benar-benar aspirasi yang tulus," imbuh dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang