Cerita Ibu Pergoki Bayinya Dibawa Orang Lain di RSHS: Gelangnya Sudah Digunting

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Nina Saleha masih mengingat jelas momen saat bayinya nyaris dibawa orang tak dikenal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Peristiwa itu terjadi usai ia menunggu cukup lama setelah memandikan bayinya di ruang perawatan.

Nina menuturkan, kejadian bermula sekitar pukul 06.00 WIB ketika ia selesai memandikan bayinya. Setelah itu, ia menunggu giliran pemeriksaan bersama pasien lain, termasuk seorang ibu yang kemudian terlibat dalam insiden tersebut.

“Habis mandiin anak, nunggu lama. Terus datang si ibu itu,” ujar Nina saat ditemui di rumahnya di Cihanyir, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Minggu (19/4).

Dalam penantiannya, Nina sempat berbincang dengan perempuan tersebut. Ia mengaku sempat merasa iba setelah mendengar cerita kondisi anak dari perempuan itu.

“Dia bilang anaknya ada perlengketan paru-paru, katanya bocor, antara bisa pulang atau enggak,” kata Nina.

Situasi ruang perawatan saat itu, menurut Nina, sempat menjadi tidak kondusif karena adanya pasien baru yang membutuhkan penanganan intensif. Tenaga medis disebut lebih fokus menangani pasien tersebut.

Kesempatan itu dimanfaatkan Nina untuk turun sebentar bersama suaminya guna mencari makan. Namun saat kembali ke ruang NHCU, ia mulai merasakan kejanggalan.

“Pas saya ke ruangan NHCU, anak saya sudah digendong sama si ibu itu,” ujarnya.

Awalnya, Nina belum menaruh curiga. Ia sempat bertanya kepada perempuan tersebut. “Saya tanya, ‘Bu, pulang?’ Dia jawab ‘Iya Bu, pulang’,” tuturnya.

Namun rasa curiga muncul saat ia memperhatikan selimut bayi yang dibawa perempuan itu.

“Selimutnya warna biru, sama kayak punya anak saya. Pas saya lihat ke inkubator, ternyata benar, anak saya sudah tidak ada,” katanya.

Nina kemudian memastikan dengan melihat lebih dekat bayi yang digendong perempuan tersebut. Ia menyadari bahwa itu adalah anaknya. “Pas saya lihat muka, ini mah anak saya,” ucapnya.

Ia langsung memanggil perawat dan mempertanyakan tindakan perempuan tersebut. “Saya tanya, ‘Bu kenapa anak saya ada di Ibu?’ Dia cuma jawab ‘Iya gitu’,” kata Nina.

Perawat kemudian datang dan mengambil bayi tersebut dari tangan perempuan itu. Situasi sempat memanas hingga petugas keamanan dipanggil. Namun Nina mengaku justru mengalami hal yang janggal saat itu.

Handphone saya diambil sama satpam, katanya suruh rating rumah sakit,” ujarnya.

Setelah keluar ruangan, Nina kembali mempertanyakan alasan bayinya berada di luar pengawasan kepada perawat. Perawat tersebut, menurut Nina, memberikan jawaban yang tidak masuk akal.

“Katanya dia panggil-panggil nama saya enggak ada, jadi dikasih ke orang lain,” ucapnya.

Kecurigaan semakin kuat ketika Nina mendapati gelang identitas bayinya sudah tidak terpasang.

“Saya tanya kenapa gelangnya enggak ada, dia bilang digunting sama dia,” katanya.

Alasan yang diberikan pun dinilai tidak logis. “Katanya takut ada virus dari dalam ke luar. Saya bilang kebalik, harusnya dari luar ke dalam,” ujar Nina.

Insiden itu sempat memicu adu argumen di lokasi sebelum akhirnya Nina memilih pulang. Ia juga menyebut tidak melihat kehadiran petugas keamanan lain selain dua orang yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Pasca-kejadian, Nina dan keluarga sempat kembali mendatangi pihak rumah sakit untuk meminta klarifikasi. Namun, ia mengaku tidak mendapatkan jawaban memuaskan, termasuk tidak diberikannya akses rekaman CCTV.

Saat ini, laporan telah disampaikan ke Polda Jawa Barat. Nina berharap kasus ini segera menemukan titik terang.

Penjelasan RSHS

Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr. H. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B., Finac., M. Kes, menjelaskan bahwa pada saat kejadian itu, ada dua pasangan suami istri yang menunggu kepulangan bayi di ruang NHCU. Salah satunya adalah Nina.

Menurut dia, pada saat petugas hendak menyerahkan bayi, Nina tidak berada di tempat. Petugas kemudian menanyakan keberadaan ibu bayi kepada salah satu orang tua pasien lain di ruangan tersebut.

Dia menyebut, dalam kondisi tersebut, petugas harus memenuhi kebutuhan bayi yang sudah waktunya mendapatkan asupan susu. Di saat bersamaan, petugas disebut terdistraksi oleh pertanyaan dari keluarga pasien lain.

“Sehingga menyebabkan petugas kami menyerahkan bayi NS kepada ibu dari pasien yang lain,” ungkapnya.

Namun, menurut Rachim, situasi itu tidak berlangsung lama. Petugas segera mengambil kembali bayi tersebut sebelum sempat diberikan susu, lalu mengembalikannya kepada ibu kandungnya.

“Petugas kami mengambil kembali bayi tersebut agar berada dalam penguasaannya dan kemudian menyerahkannya kepada Nyonya NS,” ujarnya.

Rachim menegaskan, pihak rumah sakit memandang kejadian tersebut telah selesai saat itu juga setelah petugas memberikan penjelasan dan permohonan maaf kepada keluarga pasien.

Terkait isu yang berkembang, termasuk dugaan praktik ilegal, Rachim menegaskan hal tersebut tidak benar. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan evaluasi internal.

Sebagai tindak lanjut, RSHS telah menonaktifkan sementara petugas yang terlibat serta melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Kesehatan.

“Kami terbuka terhadap masukan masyarakat sebagai bagian dari evaluasi untuk meningkatkan pelayanan yang aman dan profesional,” ujar Rachim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Minta BUMD DKI Persiapkan Diri Hadapi Dampak Geopolitik dan El Nino
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Pramono Sebut Gini Ratio Jakarta Turun ke 0,423 pada Triwulan I 2026
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Hingga 2025, 38 Ribu Perempuan-Anak di Gaza Tewas Akibat Serangan Israel
• 11 jam laludetik.com
thumb
8 Cara Kecilkan Perut Buncit Paling Cepat dan Ampuh
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Paula White, Arsitek di Balik "Mesianisme" Politik Donald Trump
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.