Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya penguatan konektivitas laut dan peningkatan kualitas sumber daya manusia maritim sebagai fondasi masa depan Indonesia.
AHY menekankan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, masa depan Indonesia sangat bergantung pada ketangguhan di sektor maritim.
Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pelabuhan, jalur pelayaran, dan sistem logistik nasional harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas SDM pelaut dan insan kemaritiman.
"Infrastruktur maritim dan kualitas sumber daya manusia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Transportasi laut bukan sekadar soal logistik, melainkan soal kedaulatan, terutama di Alur Laut Kepulauan Indonesia," ujar AHY, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Hal tersebut disampaikan AHY saat menghadiri silaturahmi keluarga besar Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran (CAAIP) bersama para taruna-taruni Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jakarta, Sabtu (18/4).
AHY menambahkan di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, pemerintah terus berupaya menghadirkan pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas laut nasional, memperlancar distribusi barang, serta memperkuat posisi strategis Indonesia sebagai negara maritim besar.
AHY juga berkesempatan meninjau langsung fasilitas pendidikan di kampus STIP yang dikenal sebagai 'center of excellence' di bidang pelayaran.
Berbagai sarana modern seperti bridge simulator, teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga robotik dinilai menjadi modal penting dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat global.
"Infrastruktur pendidikan yang modern sangat krusial untuk melahirkan perwira yang kompeten, tangguh, dan siap menghadapi kerasnya tantangan di lautan internasional," tegas AHY.
Menurut AHY, ketangguhan pelaut Indonesia harus dibentuk melalui pendidikan berkualitas, disiplin tinggi, serta kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi dinamika dunia pelayaran yang penuh tantangan.
AHY berharap STIP terus melahirkan lulusan berkualitas yang mampu memperkuat konektivitas nasional, menurunkan biaya logistik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Menutup sambutannya, AHY mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
"Mari kita terus berkolaborasi untuk menurunkan biaya logistik nasional dan mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia," kata AHY.
Sebagai informasi, pada kesempatan tersebut, AHY didampingi sejumlah pejabat Kemenko Infra, antara lain Staf Khusus (Stafsus) Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina; Stafsus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya; serta Tenaga Ahli Menko Yudhi Prasetyo Purnomo dan Rio Neswan.
(anl/ega)





