Respons Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal Kasus Dugaan Penganiayaan Tokoh Agama di Tasikmalaya

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap seorang tokoh agama di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, viral di media sosial dan memicu perhatian luas publik. 

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/4/2026) itu langsung menyulut reaksi masyarakat, terutama kalangan santri yang merasa geram atas insiden tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian bermula saat korban melintas di lokasi yang tengah dipadati sejumlah orang dari sebuah serikat yang sebelumnya menggelar acara halal bihalal. 

Di lokasi itulah diduga terjadi aksi penganiayaan yang kemudian direkam dan tersebar luas di dunia maya.

Viralnya video tersebut membuat situasi cepat memanas. 

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Sejumlah santri dilaporkan mendatangi Polsek Cikatomas untuk mendesak aparat kepolisian segera bertindak dan mengusut tuntas kasus tersebut. 

Mereka meminta keadilan ditegakkan, mengingat korban merupakan tokoh agama yang dihormati di lingkungan setempat.

Sorotan terhadap kasus ini juga datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 

Melalui pernyataan di media sosial resminya, ia memastikan bahwa aparat kepolisian telah bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut.

“Berdasarkan informasi dari Kapolda Jabar, pelaku penganiayaan tokoh masyarakat sesepuh ulama di wilayah Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya yang kemarin sempat melarikan diri, sekarang sudah ditangkap dan akan menjalani proses pemeriksaan dan penanganan perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Dedi Mulyadi dalam Instagram pribadinya.

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Penangkapan pelaku menjadi titik terang dalam penanganan kasus ini. 

Setelah sempat melarikan diri, terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan dan kini telah dibawa ke Mapolres Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan dan harus ditindak tegas. 

Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

“Semoga peristiwa ini tidak terulang kembali dan siapapun yang bertindak kekerasan, melakukan intimidasi, penganiayaan, maka jajaran kepolisian tidak akan pandang bulu untuk melakukan tindakan hukum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang,” tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Ipul Cek Kesiapan STIP Jakarta, Sekolah Rakyat Rintisan Ditargetkan Mulai Awal Mei
• 6 jam laludisway.id
thumb
Emas Antam Stagnan Hari Ini, Cek Daftar Terbarunya
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pedagang Pisang Dunia Harus Berterima Kasih ke China Karena Ini
• 58 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Netanyahu Tegaskan Target Israel Bubarkan Hizbullah Meski di Tengah Gencatan Senjata
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Meningkat, Status Masih Waspada
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.