Ame (25) dan Kaya (30) dua penggemar gim daring Jepang, asyik berbincang saat pengunjung acara Comipara 6 lainnya hilir mudik di sekitar mereka, Sabtu (18/4/2026). Sore itu mereka hadir di Jogja Expo Center, Bantul, DI Yogyakarta, bukan sebagai diri mereka sendiri namun sebagai Caleb dan Zani, karater utama dalam gim Love and Deep Space serta Wuthering Wavez.
Mereka mempersiapkan kostum dan riasan selama enam bulan agar dapat tampil semirip mungkin dengan karakter idola mereka itu. Merogoh kocek demi kostum spesial tersebut tidak menjadi masalah bagi mereka.
Kaya menggunakan baju berwarna putih dan wig dengan warna senada. “Saya senang bisa tampil seperti karakter favorit saya ini,” ujar Kaya yang telah menjadi penggemar berat bermacam karakter gim dan komik Jepang sejak tahun 2015 itu.
Ia rela mengambil cuti selama dua minggu dan terbang ke Yogyakarta untuk sejenak meninggalkan rutinitas kerjanya pada sebuah perusahaan pertambangan di Maluku. “Ikut dalam acara seperti ini menjadi semacam pelepasan diri bagi saya,” kata Kaya.
Setali tiga uang, Ame pun turut memilih cuti sejenak dari rutinitasnya sebagai pengelola atau “admin” sebuah kanal pada media sosial demi ikut dalam acara itu bersama Kaya dan teman-teman mereka yang satu “frekuensi” dengan mereka. “Saya ikut untuk bersenang-senang dan sesekali untuk ikut dalam lomba cosplay juga,” ujar Ame.
Comipara (Comic Paradise) adalah acara rutin yang digelar di Yogyakarta untuk mewadahi pegiat komik, kreator, dan bermacam pelaku industri kreatif terkait bermacam budaya Jepang yang tengah digemari di kalangan anak muda. Kehadirannya selalu dinanti oleh para penggemar yang menyempatkan diri agar bisa datang ke acara itu.
Selama dua hari, ribuan penggemar bermacam gim daring dan komik Jepang datang ke tempat itu untuk bersukaria. Mereka tak hanya bertemu dengan sesama penggemar namun juga sejenak merubah jati diri dan bertransformasi menjadi karakter yang mereka sukai.
Warga Semarang, Tami dan Ardana, turut menjadi salah satu Otaku yang bersemangat untuk datang ke acara itu. Otaku adalah sebutan bagi non warga Jepang yang sangat menggemari bermacam budaya dari negara itu seperti komik, gim, dan anime.
Tami mengenakan kostum tokoh SCP-079, sebuah mikrokomputer yang dibuat pada tahun 1978. Gadis itu mengenakan penutup kepala berbentuk layar komputer untuk mewakili karakter yang ingin ia tampilkan.
Kostum tersebut membuat Tami tidak bisa melihat apapun saat berjalan. Ia pun harus dipandu oleh Ardana saat berjalan agar tidak menabrak sesuatu ketika mengenakan kostum yang ia persiapkan selama seminggu itu.
Mereka adalah sekelumit contoh dari generasi muda di Indonesia yang semakin gemar terhadap beraneka budaya Jepang. Saking fanatiknya, sebagian dari mereka acap mendapat julukan “Wibu” yang merupakan serapan dari istilah Weaboo. Wibu merujuk pada seseorang yang sangat terobsesi pada budaya Jepang hingga terkadang lupa pada akar budaya di dalam negeri.
Perkembangan teknologi membuat globalisasi budaya tak terhenti. Fenomena meluasnya remaja Indonesia yang menjadi pegiat Otaku dan Wibu hendaknya menjadi cermin pentingnya mendorong budaya dalam negeri agar tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri.





