Dua Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Konflik Hormuz, Ini Langkah Kemlu

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
Dua Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Konflik Hormuz, Ini Langkah KemluNasional | okezone | Minggu, 19 April 2026 - 18:05

JAKARTA - Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Arab menyusul dinamika keamanan di Selat Hormuz.

Meski sempat muncul sinyal pembukaan jalur perdagangan laut oleh Iran, kini jalur strategis tersebut dikabarkan kembali ditutup.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan bahwa pemerintah terus bergerak cepat untuk menjamin kelancaran serta keamanan aset negara dan kru kapal di wilayah tersebut. KBRI Teheran bersama PIS juga terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait.

Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang menegaskan, bahwa situasi di kawasan tersebut sedang dalam pengawasan ketat pemerintah.

"Pemerintah Indonesia terus memantau secara cermat perkembangan situasi di kawasan, termasuk Selat Hormuz, melalui koordinasi dengan KBRI Teheran serta otoritas dan mitra terkait," ungkap Yvonne kepada awak media, Minggu (19/4/2026).

Baca Juga:Bertemu Selama 2 Jam, Megawati dan Prabowo Bahas Isu Geopolitik

Yvonne menambahkan bahwa upaya diplomasi dan koordinasi teknis terus dilakukan agar kedua kapal tersebut dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman.

"Kementerian Luar Negeri, melalui KBRI Teheran bersama PT Pertamina International Shipping (PIS), juga terus berkoordinasi dengan para pihak terkait di Iran untuk mendukung kelancaran perlintasan kapal Indonesia," ujarnya.

 

Meskipun komunikasi terus berjalan, Yvonne mengakui bahwa proses di lapangan tidaklah sederhana. Ada berbagai prosedur yang harus dipenuhi sebelum kapal diizinkan melintas kembali, terutama di tengah situasi geopolitik yang fluktuatif.

"Terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional di lapangan yang masih perlu diperhatikan," katanya.

Yvonne menegaskan, bahwa fokus utama saat ini bukan sekadar kelancaran distribusi logistik, melainkan perlindungan terhadap warga negara Indonesia yang bertugas di kapal tersebut.

"Keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya menjadi prioritas Pemerintah Indonesia saat ini," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuliner Bay Tat Bengkulu Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional
• 12 jam lalupantau.com
thumb
InJourney pastikan kesiapan layanan di 19 Bandara pemberangkatan haji
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Memanas, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Buntut Blokade Pembajakan AS
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Comeback Dramatis! Brighton Gagalkan Kemenangan Perdana Tottenham Hotspur di 2026
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Dirut BULOG Terima Kunjungan Mentan di Gudang BULOG Jawa Timur, Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
• 40 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.