TABLOIDBINTANG.COM - Gorontalo kian mantap menyongsong gelaran Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni 2026. Berbagai persiapan, mulai dari infrastruktur hingga fasilitas pendukung, disebut telah mencapai tahap akhir menjelang perhelatan berskala nasional tersebut.
Acara yang akan dipusatkan di GOR David Tonny, Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo ini menjadi ajang temu akbar tiga tahunan bagi petani, nelayan, serta pelaku agribisnis dari seluruh Indonesia. Selain sebagai ruang berbagi inovasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat jejaring dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan kelautan.
Ketua Panitia Daerah PENAS XVII 2026, Dr. Ir. Muljady Mario, mengungkapkan bahwa kesiapan daerahnya hampir sempurna. Hal itu ia sampaikan saat ditemui di Warung Kaca, Gorontalo, Sabtu (18/04). Ia menilai, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan peluang besar untuk menggerakkan ekonomi lokal dengan estimasi kehadiran sekitar 30.000 peserta dari berbagai penjuru Tanah Air.
Untuk menampung para peserta, panitia telah menyiapkan ribuan rumah warga sebagai tempat menginap. “Kami telah menyiapkan lebih dari 6.000 rumah warga sebagai homestay di radius maksimal tujuh kilometer dari lokasi utama,” ujar Muljady. Hunian tersebut tersebar di wilayah Limboto, Telaga, hingga Telaga Jaya, dengan tarif Rp160.000 per orang per hari yang sudah mencakup makan pagi dan malam.
Sebagai langkah antisipasi jika kebutuhan akomodasi meningkat, panitia juga menyiagakan sebuah kapal dengan kapasitas hingga 2.000 orang. Sementara itu, untuk mobilitas di area utama, kendaraan berukuran besar tidak diperkenankan masuk. Bentor, transportasi khas Gorontalo, akan dioptimalkan sebagai sarana angkutan peserta.
Dari sisi aksesibilitas, koordinasi dengan maskapai penerbangan juga telah dilakukan guna menambah jadwal penerbangan. Hal ini bertujuan untuk mengakomodasi kedatangan peserta dari berbagai unsur, termasuk KTNA, petani hutan, alumni magang Jepang, hingga perwakilan pemerintah daerah.
Muljady yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Gorontalo menambahkan, dampak kegiatan ini tidak hanya dirasakan selama acara berlangsung. Ia menyebut adanya percepatan pembangunan di berbagai sektor. “Ada percepatan pembangunan fisik seperti perbaikan jalan, peningkatan sanitasi, dan fasilitas umum. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masyarakat Gorontalo,” jelasnya.
Selain itu, PENAS XVII juga dimanfaatkan sebagai etalase untuk memperkenalkan produk unggulan serta potensi wisata Gorontalo kepada masyarakat luas. Pemerintah daerah pun berharap momentum ini dapat meningkatkan daya tarik daerah di tingkat nasional.
Menjelang pelaksanaan, perhatian publik juga tertuju pada rencana kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Panitia dan masyarakat pun diimbau untuk bersama-sama menyukseskan acara tersebut. “Mari kita sukseskan kegiatan nasional ini. Jadilah tuan rumah yang ramah agar tamu merasa nyaman. Ini adalah wajah Gorontalo di mata nasional,” pungkasnya.




