Pantau - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membuka peluang impor komoditas minyak dari Rusia guna memenuhi kebutuhan bahan bakar nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Kebijakan tersebut disampaikan Anwar Ibrahim dalam peresmian Bandara Sultan Ismail Petra di Kelantan pada Minggu, 19 April 2026.
Ia mengungkapkan, "Dalam situasi saat ini, pemerintah, termasuk dari Petronas, dapat bernegosiasi dengan Rusia untuk memenuhi beberapa kebutuhan Malaysia sebagai negara sahabat."
Langkah ini muncul setelah sebelumnya negara-negara Eropa dan Amerika Serikat memberlakukan pembatasan impor minyak Rusia akibat konflik geopolitik.
Namun, perubahan kondisi geopolitik dan ekonomi global mendorong sejumlah negara mulai membuka ruang negosiasi baru untuk mendapatkan pasokan energi.
Anwar menyatakan, "Jadi sekarang ini, banyak negara berebut, berunding dan mohon untuk membeli minyak dari Rusia. Itu menarik."
Malaysia dinilai memiliki hubungan baik dengan Rusia sehingga membuka peluang kerja sama di sektor energi.
Meski membuka peluang dengan Rusia, Anwar menegaskan Malaysia tetap menjaga hubungan bilateral dengan banyak negara.
Ia menuturkan, "Sebagai sebuah negara kami menjalin hubungan dengan banyak negara. Investasi perdagangan terbesar masih dari Amerika Serikat. Meskipun demikian, kami memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Rusia."
Pemerintah Malaysia menekankan bahwa kebijakan tersebut didasarkan pada kepentingan nasional dengan fokus utama melindungi kebutuhan rakyat.




