Kerja Bakti Keruk Saluran Jembatan Lima Jakbar, Wali Kota Iin Mutmainah Targetkan Zero Banjir 2027

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ratusan personel pasukan pelangi dan PPSU dari SKPD dan OPD di lingkungan Pemkot Jakarta Barat melaksanakan kerja bakti.

Mereka mengeruk saluran penghubung di depan Pasar Jembatan Lima, Tambora, Jakbar, pada Minggu (19/4).

BACA JUGA: Kerja Bakti Serentak di Tambora Bersihkan Saluran 450 Meter

Wali Kota Jakbar Iin Mutmainah mengatakan wilayah itu masih menjadi langganan banjir dan genangan saat puncak musim hujan. Sebab, saluran penghubung di depan pasar, sudah 17 tahun tidak pernah dikeruk.

"Kerja bakti mengeruk saluran penghubung dan saluran mikro yang sedimen sudah bertahun-tahun tidak dikeruk, kami maksimalkan. Kerja sama semua potensi kami lakukan pengerukan secara masif, sehingga bersih dan airnya lancar menuju kali Krukut," ujar Iin.

BACA JUGA: 2 Jenderal TNI dan Polri Turun Langsung Kerja Bakti di Jakarta

Menurut dia, kolaborasi berbagai pihak dan masyarakat di bawah koordinasi RT, RW, LMK dan lain-lain, diharapkan dapat mempercepat target zero banjir dan genangan.

"Insya Alloh target zero genangan bisa kami wujudkan di Jakarta Barat ya. Doakan ya," kata dia.

BACA JUGA: Seorang Pelajar SMP Tenggelam Saat Kerja Bakti Membersihkan Lumpur PascaBanjir

Sementara itu, Camat Tambora Pangestu Aji Swandhanu saat mendampingi Wali Kota Iin mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta tidak mengokupasi fasilitas umum seperti trotoar, badan jalan, dan saluran air, makro maupun mikro.

Aji menuturkan, kesadaran warga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat, tertib, dan nyaman.

Menurutnya, masih ditemukan pelanggaran berupa penggunaan trotoar dan badan jalan untuk kepentingan pribadi, seperti berdagang hingga parkir liar yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta berpotensi menimbulkan kemacetan.

"Trotoar itu hak pejalan kaki, bukan untuk dialihfungsikan. Begitu juga badan jalan dan saluran air yang harus dijaga agar tetap berfungsi optimal," tutur Aji.

Dia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan saluran air untuk mencegah genangan dan banjir, terutama saat musim hujan.

Sampah yang dibuang sembarangan ke saluran mikro maupun makro dapat menghambat aliran air dan memperburuk kondisi lingkungan.

"Saya juga minta warga untuk tidak mengokupasi area saluran air untuk kegiatan yang bukan peruntukannya. Apalagi, sampai menyulitkan petugas dalam melakukan pembersihan saluran," pungkasnya.

Aji menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawasan serta penertiban secara berkala, sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

"Kami berharap warga dapat berperan aktif, bukan hanya menunggu petugas. Lingkungan yang bersih dan tertib itu tanggung jawab bersama," tambahnya. (mcr4/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Motif Anak Tiri Bunuh Ibu di Curug Tangerang, Kesal Tak Boleh Pinjam HP
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Bali United hajar Malut United 4-1
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Israel Kerahkan Kekuatan Penuh di Lebanon Meski Sedang Gencatan Senjata
• 2 jam laludetik.com
thumb
Prabowo di Retret Ketua DPRD: Partai Politik Boleh Beda, tapi Harus Cinta Tanah Air
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Pinggang saat Hamil Muda
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.