HKTI Sebut Stok Beras Melimpah, Optimisme Swasembada Nasional Menguat

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyatakan kondisi lapangan menunjukkan stok beras pemerintah melimpah sehingga memperkuat optimisme swasembada beras nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bachtiar Utomo pada Minggu, 19 April 2026, berdasarkan hasil pemantauan langsung di sejumlah gudang Bulog.

Ia mengatakan, "Pemerintah tidak bekerja berdasarkan asumsi. Fakta di lapangan menunjukkan cadangan beras pemerintah dalam kondisi sangat kuat. Gudang gudang terisi optimal dan distribusi terpantau dengan baik."

HKTI menilai kritik terhadap swasembada beras tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan yang menunjukkan stok tinggi dan stabil.

Kunjungan Prabowo Subianto dan Sudaryono ke gudang Perum Bulog di Magelang disebut menjadi bukti langsung kondisi tersebut.

Gudang dengan kapasitas 7.000 ton dilaporkan terisi penuh.

Bachtiar mengungkapkan, "Ini bukan sekadar angka di atas kertas. Produksi meningkat nyata, panen bertambah, dan petani merasakan langsung dampaknya."

Produksi beras nasional juga dilaporkan meningkat signifikan didukung perluasan lahan dan perbaikan sistem irigasi.

Kombinasi antara stok tinggi dan peningkatan produksi dinilai menjadi indikator kuat bahwa Indonesia menuju swasembada beras.

Ia menegaskan, "Kalau stok penuh dan produksi naik, maka arah swasembada itu bukan lagi wacana, tetapi proses yang sedang berjalan dan semakin mendekati target."

HKTI juga mengingatkan agar kritik tanpa data tidak menimbulkan keresahan di kalangan petani yang memahami kondisi riil di lapangan.

Ia menambahkan, "Yang kita butuhkan sekarang adalah menjaga momentum, bukan membangun narasi yang tidak sesuai kenyataan. Fakta sudah jelas stok kuat, panen meningkat, dan swasembada semakin nyata."

Data pemerintah menunjukkan cadangan beras nasional mencapai sekitar 4,8 juta ton dan diperkirakan menuju 5 juta ton.

Produksi beras tahun 2025 meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan sebelumnya.

Ketahanan pangan nasional dinilai ditopang oleh ketersediaan stok, peningkatan produksi, serta distribusi yang terjaga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dulunya Bermain di Indonesia dan Jadi Mualaf, Pemain Asing ini Sekarang di Italia
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Alumni GP Ansor Lumajang Dirikan PROPESOR Tegaskan Komitmen Aswaja
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Alih Status PPPK Paruh Waktu Terganjal UU HKPD, Jalan Keluarnya Hanya Ini
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Harga LPG Nonsubsidi Naik hingga 18 Persen, Tabung 12 Kg Kini Rp228 Ribu
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Kebakaran di Jagakarsa, Lapak Pedagang Dilahap Api
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.