Wamenag Tekankan Integrasi Ilmu Agama dan Sains dalam Pendidikan Islam

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Cirebon

Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i menegaskan pentingnya mengakhiri dikotomi antara ilmu agama dan sains dalam sistem pendidikan Islam. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri wisuda perdana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tihamah di Cirebon, Minggu, 19 April 2026.

Dalam sambutannya, Syafi’i menilai pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum masih menjadi persoalan mendasar yang menghambat kemajuan umat. Ia menegaskan bahwa ajaran Islam, termasuk yang terkandung dalam Al-Qur’an, mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk sains dan teknologi.

“Ilmu seperti fisika, matematika, dan sains pada hakikatnya berasal dari Tuhan. Karena itu, tidak ada alasan untuk memisahkannya dari ajaran agama. Semuanya merupakan satu kesatuan,”ujar Syafi’i dalam keterangan tertulis, Minggu, 19 April 2026.

Menurutnya, pendekatan integratif bukan hanya wacana, melainkan kebutuhan mendesak agar lulusan perguruan tinggi Islam mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan industri.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Agama berencana membentuk Direktorat Vokasi guna memperkuat keterampilan lulusan. Kebijakan ini diharapkan dapat menjawab tantangan rendahnya serapan tenaga kerja dari lulusan pendidikan agama yang selama ini dinilai lebih banyak dibekali pengetahuan fikih dibanding keterampilan praktis.

Syafi’i menekankan pentingnya integrasi pendidikan vokasi di pesantren dan madrasah. Menurutnya, peluang kerja yang besar saat ini membutuhkan tenaga terampil yang juga memiliki integritas.

“Jika pendidikan hanya berfokus pada ibadah ritual tanpa dibarengi keterampilan, maka lulusan akan kesulitan memanfaatkan peluang yang ada,”jelasnya.

Ia juga menyoroti mulai terlihatnya hasil dari pendekatan integratif tersebut, salah satunya melalui capaian siswa madrasah di bidang teknologi. Beberapa madrasah unggulan seperti MAN Insan Cendekia dan MAN Program Keagamaan disebut telah menunjukkan prestasi di bidang robotika.

“Keberhasilan siswa madrasah di bidang robotika menjadi bukti bahwa integrasi ilmu dapat berjalan efektif. Ke depan, sistem pendidikan perlu mendukung hal ini secara lebih terstruktur agar lahir generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul secara intelektual dan teknis,”tuturnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anwar Ibrahim buka peluang Malaysia impor komoditas minyak dari Rusia
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Wapres Vance Akan Pimpin Delegasi AS Negosiasi dengan Iran di Pakistan
• 2 jam laludetik.com
thumb
Total 3.400 Orang di Iran Tewas selama Perang dengan AS-Israel
• 19 jam laludetik.com
thumb
Diprediksi Ketiban Apes, 5 Weton Ini Harus Ekstra Hati-hati pada 20 April 2026: Hindari Keputusan Besar!
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Siswa SMAN 1 Purwakarta Minta Maaf Usai Viral Acungkan Jari Tengah ke Guru, Sayang Mereka Terancam Di-blacklist
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.