Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance akan memimpin delegasi AS untuk pembicaraan dengan Iran di Pakistan. Pernyataan Gedung Putih ini tak lama setelah Presiden Donald Trump mengatakan Vance tidak akan melakukan perjalanan tersebut.
Dilansir AFP, Senin (20/4/2026), Trump mengumumkan bahwa ia akan mengirim negosiator ke Islamabad untuk pertemuan dengan Teheran tentang mengakhiri konflik yang telah berkecamuk di Timur Tengah, dengan gencatan senjata yang akan segera berakhir.
Namun, Trump mengatakan Vance--yang memimpin putaran pembicaraan terakhir dengan Teheran di Islamabad, tetapi tidak menghasilkan kesepakatan--tidak akan melakukan perjalanan tersebut, dengan alasan kekhawatiran keamanan.
"Itu hanya karena masalah keamanan," kata Trump kepada ABC News. "JD hebat."
Tetapi Gedung Putih dengan cepat mengubah pernyataan tersebut ketika ditanya tentang komentar tersebut. Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, akan menghadiri pembicaraan tersebut, kata seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP dengan syarat anonim.
Ketiganya hadir pada pertemuan terakhir tanggal 11-12 April.
Sebelumnya, Trump menuduh Iran melakukan "pelanggaran total" terhadap gencatan senjata dua minggu antara kedua negara dengan serangan di Selat Hormuz--dan mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
Trump mengatakan di platform Truth Social miliknya bahwa ia menawarkan Iran "kesepakatan yang masuk akal" dan jika Teheran menolak, "Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik, dan setiap jembatan, di Iran. Tidak ada lagi pria baik!"
(rfs/rfs)





