Kemendag Minta Pelaku Usaha Adaptif Kejar Ekspor

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perdagangan mendorong pelaku usaha nasional memanfaatkan peluang ekspor di tengah ketidakpastian global dengan strategi adaptif guna meningkatkan kinerja ekspor. Hal itu disampaikan dalam Forum Strategi Pengembangan Ekspor Nasional yang digelar di Surabaya pada Kamis (16/4/2026).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menegaskan bahwa dinamika global tidak menutup peluang ekspor, justru membuka ruang bagi Indonesia memperluas pasar internasional.

“Indonesia berpeluang besar untuk mengambil peran sebagai sumber pasokan global dan tampil sebagai kekuatan ekspor di tengah ketidakpastian dunia. Setiap krisis menghadirkan peluang, kita perlu mendorong bersama upaya untuk meraih serta memanfaatkannya secara optimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).

Sejalan dengan itu, Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Arief Wibisono, meminta pelaku usaha mengubah cara pandang terhadap gejolak global dengan mengedepankan adaptasi strategi bisnis.

“Dinamika global jangan dilihat sebagai penghalang, melainkan sebuah kesempatan. Untuk meraih kesempatan tersebut, maka pelaku usaha perlu siap, adaptif, dan mampu memanfaatkan peluang ekspor sekaligus mendorong peningkatan kinerja ekspor nasional,” ujar Arief.

Adapun forum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang business networking antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan guna memperluas akses pasar internasional. Pasalnya, para pelaku usaha turut memperoleh ruang diskusi untuk menyampaikan kendala ekspor, termasuk aspek regulasi dan kondisi pasar global.

Baca Juga: Ekspor Walet RI ke China Tersandung Isu Aluminium, Kemendag Bergerak Cepat

Baca Juga: Pembiayaan Rp13,7 Triliun Jaga Ekspor, tapi Risiko Biaya Mengintai

Baca Juga: Kemendag Perkuat Ekspor, Eksportir Indonesia Paparkan Keunggulan di Tujuh Pasar Baru

“Melalui sesi diskusi, pelaku usaha menyampaikan berbagai permasalahan untuk memperoleh klarifikasi dan solusi untuk menjalankan dan mengembangkan ekspor,” kata Aksamil.

Pemilik CV Haza Food sebagai peserta, Muhammad Zainudin, menilai bahwa forum tersebut membantu aku usaha memahami strategi adaptif di tengah dinamika global, khususnya terkait pasar Timur Tengah yang terdampak konflik.

“Kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai regulasi ekspor yang harus dipenuhi sekaligus strategi dalam menyiasati pasar Timur Tengah yang tengah terdampak konflik. Forum ini membantu kami mengatur langkah agar ekspor dapat terus berjalan di tengah situasi yang dinamis,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ubedilah Sebut Kritiknya ke Prabowo Produk Jurnalistik, Minta Diselesaikan Lewat Dewan Pers
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Cak Imin hingga Nusron Bicara Tantangan NU ke Depan di Halal Bihalal IKA PMII
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Satgas Cartenz Sita Ratusan Senjata Tradisional KKB di Yahukimo
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Pinggang saat Hamil Muda
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kemarin, harga BBM nonsubsidi naik hingga kasus BNI di Aek Nabara
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.