Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Sidoarjo
Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat apresiasi dari kalangan akademisi dan mahasiswa. Hal ini mengemuka usai kunjungan ke gudang Perum Bulog di Sidoarjo bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Ketua Pusat Studi SDGs Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Nuning Roadiah, menyampaikan bahwa kondisi stok beras di gudang Bulog yang melimpah menjadi indikator positif terhadap keberhasilan program swasembada pangan.
“Dari hasil pengamatan kami di lapangan, stok beras di gudang Bulog sangat melimpah. Ini menumbuhkan optimisme bahwa program swasembada pangan benar-benar berjalan,”ujar Nuning dalam keterangan tertulis, Minggu, 19 April 2026.
Ia juga menyoroti aktivitas logistik yang dinamis, ditandai dengan antrean truk pengangkut beras yang menunjukkan tingginya penyerapan hasil panen petani.
Menurutnya, dampak program ini tidak hanya terlihat pada ketersediaan pangan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan petani melalui harga gabah yang lebih baik.
“Kami melihat adanya dampak positif bagi petani, terutama dari sisi harga gabah yang kini lebih menguntungkan dibanding sebelumnya,” tambahnya.
Apresiasi serupa disampaikan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Muhammad Siril Aufa. Ia menilai swasembada pangan bukan sekadar program, melainkan wujud kedaulatan pangan yang harus diperjuangkan bersama.
“Swasembada pangan adalah simbol kemandirian bangsa. Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi nilai perjuangan yang harus dijaga oleh semua pihak, termasuk mahasiswa,”ungkap Siril.
Ia juga menilai capaian stok beras nasional saat ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan petani.
Sementara itu, mahasiswa Polbangtan Malang, Danang Pramudya, menegaskan peran generasi muda dalam mendukung program tersebut melalui keterlibatan langsung di lapangan.
Menurutnya, mahasiswa telah diterjunkan ke berbagai wilayah seperti Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah sebagai bagian dari brigade pangan untuk mendampingi petani.
“Kami terlibat langsung sebagai pendamping petani dalam mendukung program swasembada pangan,”tuturnya.
Kunjungan ini menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda menjadi faktor kunci dalam memperkuat ketahanan serta kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews





