REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Distribusi koper bagi calon jamaah haji di Kota Yogyakarta tahun 2026 mengalami sedikit keterlambatan. Hingga pertengahan April, koper baru diterima oleh jamaah kloter awal, sementara kloter berikutnya masih menunggu proses distribusi dari pihak maskapai.
Kondisi ini menjadi perhatian di tengah meningkatnya antusiasme keberangkatan haji tahun ini. Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Yogyakarta, Irfan Zainudin, menjelaskan keterlambatan tersebut karena adanya kendala teknis dari maskapai.
Baca Juga
PPIH Arab Saudi Siap Sambut Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama
Muslimah Berangkat Haji tanpa Mahram, Bolehkah?
Walimatus Safar Sebelum Berangkat Haji, Bagaimana Hukumnya Menurut Syariat?
"Untuk saat ini di Kota Yogyakarta baru kloter 1-4 yang menerima (koper). Insya Allah secepatnya kloter 5 dan 6. Kemarin pihak Garuda menyampaikan ada keterlambatan karena masalah teknis," ujarnya saat acara Pengajian Pamitan Haji di Grha Pandawa Balaikota.
Meski begitu, Irfan memastikan distribusi koper akan segera dituntaskan. Secara nasional, distribusi ditargetkan rampung paling lambat 25 April 2026. Namun untuk Kota Yogyakarta, Irfan optimistis proses tersebut bisa selesai lebih cepat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Kami terus mengupayakan percepatan dan memastikan hak jemaah tetap terpenuhi," katanya.
Irfan juga mengingatkan calon jamaah haji untuk tetap bersabar dan berprasangka baik menghadapi situasi ini. "Keistimewaan haji itu begitu, harus husnudzon dan bersabar. Kalau ‘aku kurang ini, kok kaya gini’, mboten rampung-rampung (tidak selesai-selesai Red). Kami tetap melayani dan segera menginfokan hak-hak panjenengan," ucapnya.