Presiden AS Donald Trump kembali memicu kontroversi global setelah mengunggah gambar AI dirinya yang menyerupai Yesus Kristus di akun Truth Social. Aksi ini dilakukan di tengah ketegangan hubungannya dengan pemimpin umat Katolik, Paus Leo XIV, yang ia kritik secara terbuka sebagai sosok liberal yang lemah dalam menangani isu nuklir Iran.
Meski mendapatkan kecaman keras dari berbagai pemimpin dunia termasuk PM Italia Giorgia Meloni dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Trump secara tegas menolak untuk meminta maaf. Ia justru kembali menyerang kredibilitas Paus dalam menangani masalah kejahatan internasional.
Di dalam negeri, perilaku kontroversial ini memicu kekhawatiran atas kondisi kesehatan mental sang Presiden. Anggota Kongres AS Jamie Raskin kini mendorong proses pemakzulan terhadap Trump di parlemen. Raskin menilai adanya penurunan kapasitas kognitif yang membahayakan keamanan nasional, terutama menyusul kebijakan agresif Trump terhadap Iran yang telah memicu konflik bersenjata.




