Tersingkir, Ini Alasan Kurniawan Dwi Yulianto Andalkan Counter Attack di Laga Lawan Vietnam

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com – Perjuangan Timnas Indonesia U-17 asuhan Kurniawan Dwi Yulianto di Piala AFF U-17 2026 resmi berakhir.

Bermain imbang 0-0 melawan Vietnam U-17 dalam laga pamungkas fase grup di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, menjadi akhir dari perjalanan Garuda Muda di turnamen ini.

Hasil tersebut sekaligus menutup pintu bagi Indonesia untuk melaju ke babak semifinal. Meski sempat memiliki peluang untuk lolos, hasil imbang membuat anak didik Kurniawan Dwi Yulianto harus merelakan tiket empat besar lepas dari genggaman.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto
Sumber :
  • ANTARA/Rizal Hanafi

Usai laga, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menunjukkan sikap ksatria dengan menanggung penuh tanggung jawab atas kegagalan tim.

Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik sepak bola Indonesia.

"Secara pribadi, saya mohon maaf atas kegagalan tim kita untuk lolos ke semifinal. Sebenarnya, kita punya peluang untuk mencapai semifinal," ujar Kurniawan dalam sesi konferensi pers.

Meski hasil akhir tidak memuaskan, Kurniawan menegaskan bahwa anak asuhnya telah berusaha keras di lapangan.

Ia tetap memberikan apresiasi atas dedikasi para pemain yang telah berjuang menjalankan rencana permainan sesuai instruksi tim pelatih.

Evaluasi Taktik: Mengapa Bermain Bertahan?

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto
Sumber :
  • ANTARA/Rizal Hanafi

Dalam kesempatan tersebut, Kurniawan juga membedah alasan di balik pendekatannya yang cenderung defensif dan mengandalkan counter attack saat menghadapi Vietnam.

Ia menyadari bahwa lawan tampil sangat agresif sejak menit awal, sehingga perubahan taktik diperlukan untuk meredam dominasi mereka.

"Kami tahu bahwa di babak pertama Vietnam tampil cukup agresif, sehingga kami mencoba menjalankan permainan dengan pendekatan yang sedikit berbeda, yaitu melalui counter attack," ungkap Kurniawan.

Namun, sang pelatih mengakui bahwa eksekusi strategi tersebut belum berjalan optimal. Ia menyoroti transisi menyerang yang masih tumpul sehingga tim gagal mencetak gol penentu kemenangan.

"Hanya saja, ketika melakukan counter attack, hasilnya belum maksimal," tambahnya.

Fokus Utama: Perbaikan Menuju Piala Asia

Kegagalan di Piala AFF U-17 2026 ini tidak akan membuat skuad Garuda Muda terpuruk terlalu lama. Kurniawan menjadikan performa tim di turnamen ini sebagai bahan evaluasi krusial.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri-Ketum Bhayangkari Lepas Kemala Run 2026, Tonggak Baru Sport Tourism dan Kemanusiaan
• 21 jam laludetik.com
thumb
DPR Nilai Pembukaan Penerbangan Internasional Dorong Pariwisata dan Ekonomi Belitung
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Dedi Mulyadi Gerebek Truk Overload 1,7 Ton, Tegas Akan Tegur Perusahaan Pengangkut
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Ketum TP PKK Dorong Minyak Kemiri Belu Jadi Unggulan Ekonomi Keluarga
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal Final Four Proliga 2026, Minggu 19 April: Megawati Hangestri Cs Berebut Juara Putaran Kedua di Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.