Trump Utus Wapres JD Vance ke Pakistan untuk Perundingan Kedua dengan Iran

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Wakil Presiden AS JD Vance akan memimpin delegasi AS untuk pembicaraan dengan Iran di Pakistan, kata seorang pejabat Gedung Putih, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan Vance tidak akan melakukan perjalanan tersebut.

Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, akan menghadiri pembicaraan tersebut, kata seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP dengan syarat anonim ketika ditanya tentang susunan delegasi setelah komentar Trump.

Baca Juga :
Iran Tetap Siaga Tempur di Tengah Negosiasi dengan AS
Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik-Jembatan Milik Iran Jika Tolak Kesepakatan!

Trump sebelumnya mengatakan kepada ABC News bahwa Vance tidak akan pergi karena kekhawatiran keamanan tentang sifat perjalanan yang mendadak. "Itu hanya karena masalah keamanan," kata Trump, menurut laporan tersebut.

Sebelumnya, ABC News melaporkan, mengutip Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz, bahwa Vance akan memimpin delegasi Amerika ke Islamabad untuk pembicaraan dengan Iran.

Trump dalam unggahannya di Truth Social, mengatakan bahwa perwakilan AS akan berada di Islamabad, Pakistan pada Senin malam untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran, dan sekali lagi mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan jika tidak tercapai kesepakatan.

"Kami menawarkan KESEPAKATAN yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik, dan setiap jembatan, di Iran," katanya dalam unggahannya.

"TIDAK ADA LAGI PRIA BAIK HATI! Mereka akan turun dengan cepat, mereka akan turun dengan mudah dan, jika mereka tidak menerima KESEPAKATAN itu, akan menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan apa yang harus dilakukan, yang seharusnya telah dilakukan terhadap Iran, oleh presiden-presiden lain, selama 47 tahun terakhir. SAATNYA MESIN PEMBUNUH IRAN BERAKHIR!"

Negosiator utama Iran mengatakan pembicaraan baru-baru ini dengan AS telah menunjukkan kemajuan, sementara Trump menyebutkan "percakapan yang sangat baik" dengan Teheran. Namun, kedua pihak tidak memberikan rincian spesifik.

Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih akan terus berlangsung setelah pembicaraan maraton sepanjang akhir pekan dilaporkan gagal menghasilkan kesepakatan. Para pejabat mempertimbangkan kemungkinan digelarnya putaran negosiasi kedua sebelum masa gencatan senjata dua minggu berakhir pada 21 April 2026.

Baca Juga :
Perwira Senior Iran: Mitos Pesawat Tempur Siluman AS Telah Berakhir
Presiden Iran: Siapa Trump Bisa Cabut Hak Nuklir Iran?
Trump Tuduh Iran Melanggar Gencatan Senjata, Tapi Tetap Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Berunding

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebanon Memanas, Pasukan UNIFIL Prancis Jadi Sasaran
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Fenomena Mahasiswa Gen Z Tak Bisa Membaca, Dosen Pun Angkat Tangan
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Selat Hormuz Memanas Lagi, Kapal Pertamina Belum Bisa Melintas
• 3 jam lalueranasional.com
thumb
Mensos Targetkan Sekolah Rakyat Rintisan Beroperasi Mei 2026 Usai Tinjau STIP
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Meningkat, Status Masih Waspada
• 15 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.