TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran disebut masih memiliki jarak besar dengan Amerika Serikat (AS) untuk kesepakatan akhiri perang.
Hal itu diungkapkan oleh Pemimpin Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Sabtu (18/4/2026).
Meski begitu, Ghalibaf mengungkapkan sudah ada perkembangan dalam negosiasi dengan AS.
Baca Juga: Reaksi Trump Usai Iran Tutup Lagi Selat Hormuz: Mereka Tak Bisa Memeras Kami
“Ada beberapa masalah yang kami tekankan. Mereka juga masih memiliki batasan. Tetapi isu-isu itu mungkin hanya satu atau dua,” ujar Ghalibaf dikutip dari The Times of Israel.
“Kita masih jauh dari diskusi akhir,” ujar mantan Wali Kota Teheran tersebut.
Hal ini jelas menimbulkan optimisme terkait perundingan damai yang akan digelar di Pakistan pekan depan.
Pasalnya, Iran-AS kembali memanas setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, dan blokade Washington terhadap kapal-kapal yang mau masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
Meski begitu, Ghalibaf mengatakan, tim negosiasi Amerika dan Iran saat ini telah memiliki pemahaman yang lebih realistis satu sama lain.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Ledek AS-Israel Usai Selat Hormuz Ditutup, Gaungkan Kekuatan Militer Iran
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : The Times of Israel
- mohammed bagher ghalibaf
- iran
- amerika serikat
- kesepakatan akhiri perang
- negosiasi





