Iran saat ini tidak berencana untuk menghadiri pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS). Kabar tersebut setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan negosiator AS ke Pakistan hanya beberapa hari sebelum gencatan senjata di Timur Tengah berakhir.
Dilansir AFP, Senin (20/4/2026), blokade AS yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan Iran telah menjadi titik permasalahan yang signifikan, dan masalah itu kemungkinan akan semakin rumit dengan pengumuman Trump pada Minggu (19/4), bahwa sebuah kapal perusak Amerika telah menembak dan mengenai kapal Iran yang mencoba menghindarinya.
Stasiun penyiaran pemerintah IRIB pada Minggu (19/4), mengutip sumber-sumber Iran yang mengatakan "saat ini tidak ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran pembicaraan Iran-AS berikutnya".
Kantor berita Fars dan Tasnim sebelumnya mengutip sumber anonim yang mengatakan "suasana keseluruhan tidak dapat dinilai sangat positif", menambahkan bahwa pencabutan blokade AS adalah prasyarat untuk negosiasi.
Sementara itu, IRNA yang dikelola pemerintah Iran menunjuk pada blokade dan "tuntutan yang tidak masuk akal dan tidak realistis" dari Washington, mengatakan bahwa "dalam keadaan ini, tidak ada prospek yang jelas untuk negosiasi yang bermanfaat".
Iran dan AS, bersama dengan Israel, hanya tinggal tiga hari lagi menuju berakhirnya gencatan senjata selama dua minggu yang menghentikan perang Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan mendadak AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Sejauh ini hanya ada satu sesi negosiasi selama 21 jam yang diadakan di Islamabad pada 11 April yang berakhir tanpa kesimpulan, meskipun persiapan untuk pembicaraan baru terus berlanjut setelahnya.
"Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya," kata Trump dalam sebuah unggahan pada Minggu (19/4), sambil juga memperbarui ancamannya terhadap infrastruktur Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
(rfs/rfs)





