REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Para petani di Kabupaten Majalengka diimbau untuk segera melakukan percepatan tanam padi untuk musim tanam gadu 2026. Hal itu seiring adanya informasi dari BMKG yang menyebutkan musim kemarau tahun 2026 diperkirakan akan terjadi lebih awal, lebih kering dan lebih panjang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan ( DKP3 ) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan semua Penyuluh Lapangan Pertanian untuk segera mensosialisasikan percepatan tanam itu kepada petani maupun kelompok tani. Hal itu terutama untuk lahan sawah yang sifatnya tadah hujan.
- Fenomena El Nino Mengancam, BPBD Kota Cimahi Petakan Titik Rawan Krisis Air Bersih
- Jateng Siapkan Ratusan Juta Liter Air Bersih Antisipasi El Nino
- Pramono Kumpulkan BUMD, Antisipasi Gejolak Global dan El Nino
“Sawah tadah hujan mengandalkan curah hujan untuk pengairannya,” kata Gatot, Kamis (9/4/2026).
Gatot menyebutkan, saat ini belum seluruh sawah di Kabupaten Majalengka memasuki masa panen. Menurutnya, ada sebagian wilayah yang baru akan panen karena sebelumnya terlambat tanam akibat curah hujan yang tidak merata. Contohnya, wilayah Jatitujuh, Ligung dan sebagian Kertajati yang tidak mendapat pasokan air irigasi.




