Jejak Penjahat Seksual Terlacak lewat Transaksi Keuangan

kompas.id
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Jejak pelaku kekerasan seksual terhadap anak terlacak lewat transaksi keuangan. Dari aliran dana ini diketahui identitas pelaku, lokasi pelaku, dan jumlah korban kekerasan seksual.

Tim investigasi Kompas menemui polisi dan aktivis untuk mengintip ”dapur” di balik pengungkapan kejahatan itu. Suatu hari pada bulan Mei 2025, perwakilan Kepolisian Norwegia datang ke gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Tim polisi Norwegia ditemui Kepala Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Siber Bareskrim Komisaris Besar Rizki Agung.

Menurut Kepala Subunit 4 Subdit I Dittipid Siber Ajun Komisaris Albert Hutagalung, polisi Norwegia menangkap predator seksual anak bernama KEJ (30). Dalam ponsel KEJ, ada jejak panggilan video seksual (VCS) dengan seorang anak di Indonesia.

”Pada saat yang sama, kami juga mendapat informasi serupa dari NCMEC (National Center for Missing and Exploited Children),” kata Albert, Senin (6/4/2026).

NCMEC adalah lembaga nonpemerintah di Amerika Serikat yang mengumpulkan laporan materi kekerasan seksual anak (child sexual abuse material/CSAM) di internet. Meskipun bukan lembaga pemerintah, Hukum Federal AS (USC) mewajibkan perusahaan platform digital di negara itu melaporkan temuan CSAM ke NCMEC.

Baca JugaPredator di Ruang Digital

NCMEC memberikan akses kepada penyidik Bareskrim memanfaatkan basis data laporan CSAM di dasbor yang mereka bangun. Salah satu penyidik yang diberi izin adalah Ajun Komisaris Dzulkifly Miraj.

Dzulkifly menganalisis setumpuk bukti dari Kepolisian Norwegia dan NCMEC. Hasilnya, lokasi korban diduga kuat berada di Banyuasin, Sumatera Selatan. ”Aplikasi yang digunakan pelaku adalah Skype. Selain itu terdeteksi ada jejak transaksi lewat Paypal ke seseorang yang diduga pelaku dewasa yang punya kendali atas korban anak,” tutur Dzulkifly, Jumat (10/4/2026).

Menurut dia, kasus itu dikategorikan urgent atau mendesak oleh NCMEC. Kategori urgent disematkan jika salah satu dari dua kategori terpenuhi, yakni korban dalam penguasaan pelaku, atau korban berisiko bunuh diri.

Salah satu anggota tim penyidik yang mendatangi lokasi pada Juni 2025, Ajun Komisaris Marotul Aeni, mengatakan, mereka menangkap YY (25) yang mengontrol korban anak. Selain itu, polisi juga menyelamatkan seorang korban anak berusia 12 tahun.

”Fakta yang sangat menyedihkan, korban adalah anak berkebutuhan khusus dan saudara sepupu pelaku YY,” ujar Aeni.

Penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak harus harus cepat dan melibatkan banyak pihak. Memang agak ribet. Enggak heran banyak yang masih merasa ini hal berat.

Dzulkifly menjelaskan, YY awalnya menjual foto-foto di laman Fiverr.com. Dari sejumlah transaksi, ia menangkap pola, foto anak-anak lebih laku dibandingkan jenis foto lain. Salah satu pelanggan foto anak-anak ialah KEJ. ”Dari situ relasi mereka dimulai, awalnya KEJ melakukan VCS dengan YY. Namun, selanjutnya ia juga minta korban anak dilibatkan VCS,” ujarnya.

Dari riwayat transaksi Paypal, polisi mendapat bukti YY dibayar Rp 1 juta oleh KEJ setiap berhasil mengajak korban anak untuk VCS. Dari uang asal Norwegia itu, YY memberikan Rp 50.000 kepada anak yang menjadi korban.

Baca JugaJebakan Predator di Ruang Digital, Memalukan dan Memperdaya Korban
Aliran uang

Pada 2025, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) merilis laporan lebih dari 24.000 anak-anak di Indonesia yang menjadi korban eksploitasi seksual. Perputaran uang kejahatan itu mencapai Rp 127 miliar dengan jumlah transaksi sebanyak 130.000 kali.

Ketua Tim Humas PPATK Tri Andriyanto, Rabu (8/4/2026), mengatakan, kasus eksploitasi seksual terhadap anak termasif yang pernah diungkap penegak hukum adalah Premium Place pada 2024. ”Perputaran uangnya lebih dari Rp 9 miliar dan melibatkan jejaring di sejumlah kota,” ujarnya.

Pengungkapan kasus Premium Place adalah buah kerja sama Dittipid Siber dan lembaga nonpemerintah Operation Underground Railroad (OUR) Rescue Indonesia. Lembaga ini cabang dari organisasi yang berpusat di Utah, AS, tetapi telah berhenti operasi pada Agustus 2025.

”Kasus ini bermula pada akhir 2023, saat tim kami menemukan link yang mengiklankan cara bergabung ke grup Telegram Premium Place di Twitter (kini bernama X),” kata mantan Ketua Yayasan OUR Rescue Indonesia Zulfahmi Ramli, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga”Child Grooming”: Datang Tanpa Ancaman, Pelaku Pura-pura Penuh Perhatian

Penyamaran

Biaya bergabung ke dalam grup Telegram itu Rp 2 juta, kemudian di dalam grup Premium Place ada subgrup yang masing-masing menawarkan perempuan yang dilacurkan dengan kategori WNA, selebritas, anak, dan sebagainya. Untuk masuk ke subgrup itu, pengguna membayar Rp 5 juta.

”Sekitar Desember 2023, kami berhasil bertemu dengan salah satu korban anak dengan cara menyamar sebagai lelaki hidung belang. Namun, kami perlu tegaskan, anggota kami diawasi ketat dan tidak menyentuh korban,” ujarnya.

Fahmi kemudian menghubungi Dirtipid Siber Brigadir Jenderal Himawan Bayu Aji. Dari pertemuan itu, OUR Rescue Indonesia mendapat surat kerja sama pendalaman kasus. Surat itu memungkinkan lembaga sipil dapat bekerja sama dengan penyidik polisi untuk mendalami suatu kasus.

Setelah itu, tim OUR Rescue Indonesia dan Dittipid Siber puluhan kali membeli dalam penyamaran (undercover buying). Tujuannya memetakan alur aliran uang dalam jaringan besar yang melacurkan lebih dari 1.000 orang itu. ”Sejumlah transaksi itu mengerucut ke satu rekening dengan nama Alona. Berdasarkan pelacakan Osint (open source inteligent/pelacakan digital lewat sumber terbuka), didapat bukti nama asli Alona adalah Marizka Rosdiana (38),” ucapnya.

Tim Dittipid Siber kemudian membedah rekening Alona dan menemukan dana yang diterima dari transaksi grup Premium Place disalurkan ke seorang bernama Yoraisha Mustab (26). Ia terhubung dengan kekasihnya, Imam Rozek (26), yang kala itu (2023) merupakan narapidana di lembaga pemasyarakatan.

Puncak pengungkapan kasus itu terjadi saat Dittipid Siber dan OUR Indonesia menjebak Alona dan Yoraissa untuk menyediakan lima korban anak di sebuah hotel di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Juli 2024. Alona lalu ditangkap di rumahnya di daerah Jonggol, Bogor, dan Yoraisha di sebuah apartemen di Jakarta Timur. Adapun Imam ditangkap saat menggunakan ponsel untuk mengendalikan grup Premium Place dari lapas.

Tak lama setelah itu, polisi mengungkap nilai transaksi di grup Telegram Premium Place mencapai Rp 9 miliar. Ada 1.962 orang yang dilacurkan di grup itu, sebanyak 19 di antaranya anak-anak.

Baca JugaKasus Grup Facebook Fantasi Sedarah Diungkap, Mengapa Anak Terus Jadi Korban?
Gunung es

Kasus predator Norwegia dan Premium Place adalah puncak gunung es. Data NCMEC pada Januari-Juni 2025 menyebut kasus CSAM di Indonesia 490.000 laporan merupakan yang terbanyak nomor tiga di dunia. Dua negara dengan jumlah laporan lebih banyak adalah India dengan 720.000 laporan dan AS dengan 600.000 laporan.

Kerawanan itu berupaya ditanggapi penegak hukum dengan membentuk Satuan Tugas Penanganan Pornografi Anak Polri pada 2024. Albert menyebut, ada sekitar 30 anggota Dittipid Siber yang bertugas di satgas tersebut.

”Tugas yang kami laksanakan mencakup edukasi untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak, patroli siber untuk memblokir konten pornografi, dan penindakan hukum terhadap para pelaku,” katanya.

Meski demikan, Dzulkifly menambahkan, ada sejumlah tantangan untuk mengoptimalkan kerja Satgas Penanganan Pornografi Anak Polri. Salah satunya adalah soal penyidik di kepolisian daerah yang sering tidak siap menangani kasus-kasus kekerasan berbasis daring terhadap anak.

”Penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak harus harus cepat dan melibatkan banyak pihak. Memang agak ribet. Enggak heran banyak yang masih merasa ini hal berat,” ucapnya.

Polisi yang setiap hari melakukan patroli siber dan bersentuhan dengan konten kekerasan seksual yang keji juga minim mendapat pendampingan psikologis. Padahal, menurut Dzulkifly, orang yang kerap terpapar konten kekerasan seksual rentan mengalami gangguan psikologis, bahkan terdorong melakukan hal serupa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Tuding Iran Langgar Gencatan Senjata Usai Insiden Penembakan di Selat Hormuz
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Tangani Bendung Jamuan, Kementerian PU Susun Desain Penanganan Permanen
• 8 jam laludetik.com
thumb
Ramalan Zodiak Minggu Ini: Hubungan, Karier, dan Keuangan di 20 - 26 April 2026
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Lebih Tinggi dari Pertamina, BP Jual BBM Diesel Rp25.560/Liter
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dubes Silih Berganti Temui Megawati Setelah Pecah Perang AS-Iran, Apa yang Dibahas?
• 22 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.