JAKARTA, KOMPAS.com – Puluhan warga lanjut usia (lansia) memadati layanan pendaftaran Kartu Layanan Gratis (KLG) transportasi umum yang dibuka Dinas Perhubungan DKI Jakarta di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2026).
Antusiasme tinggi terlihat karena pendaftar yang membawa berkas lengkap dapat langsung mencetak kartu di lokasi dengan kuota terbatas sebanyak 200 peserta.
Layanan ini diperuntukkan bagi pendaftar baru dari kategori lansia (usia 60 tahun ke atas) dan penyandang disabilitas. Proses pencetakan kartu juga dilakukan langsung di lokasi.
Baca juga: Lansia Ini Kecewa Gagal Dapat Kartu Gratis Transum: Ternyata Buat Warga KTP DKI
KLG merupakan kartu yang dapat digunakan oleh 15 golongan khusus masyarakat Jakarta untuk mendapatkan akses transportasi Transjakarta, MRT, dan LRT secara gratis.
Program ini memberikan akses gratis layanan transportasi publik seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta bagi kelompok tertentu.
Berkas yang dibutuhkan untuk mendaftar kartu tersebut di antaranya KTP asli DKI Jakarta, fotokopi KTP, foto diri, dan sejumlah surat keterangan untuk membuktikan warga termasuk dalam 15 golongan yang ditentukan. Pengunjung yang hadir membawa berkas lengkap dapat langsung memperoleh kartu di lokasi.
Lansia senang bisa hemat ongkos transportasiPendaftaran KLG pada Minggu disambut antusias para lansia. Salah satunya Tan (75), warga Kebon Jahe, Jakarta Pusat, yang telah bertahun-tahun menggunakan kartu gratis transportasi umum.
Tan mengaku sudah memiliki kartu gratis sejak era Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Namun, ia baru mengetahui bahwa kartu tersebut kini telah diperbarui fungsinya dan bisa digunakan untuk menaiki moda transportasi lain seperti MRT dan LRT.
"Jadi seminggu kemarin aku pas nyoba nih, ke Blok M kan aku pakai busway (Transjakarta) biasa. Terus jadi kemarin nyoba dari Blok M ke HI sini aku pakai MRT gratis," ungkap Tan saat ditemui Kompas.com, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: Senangnya Lansia Dapat Kartu Gratis Transum Jakarta: Bebas Macet dan Hemat Ongkos
Bagi Tan, akses gratis ini bukan hanya memudahkannya dalam mobilitas, tetapi juga membantu menghemat pengeluaran. Ia mengaku sering bepergian dari rumahnya ke Blok M, Jakarta Selatan, sehingga biaya transportasi cukup terasa.
Dalam sepekan, ia bisa dua kali bepergian dari rumahnya ke Blok M.
"Nah, kalau naik MRT itu Rp 8.000, berarti kan PP (pulang-pergi) nya Rp 16.000. Belum lagi kan ditambah kalau butuh naik JakLingko atau Transjakarta," ujar Tan.
"Tambah Rp 7.000 PP. Sehari hemat Rp 25.000, lumayan lah sebulan bisa Rp 100.000-an hematnya, bisa buat yang lain," jelasnya.
Selain hemat, faktor kenyamanan karena bebas macet serta efisiensi waktu menjadi alasan utama Tan senang menggunakan MRT. Ia berharap ke depan KLG juga bisa mencakup KRL Commuter Line agar perjalanan lansia semakin mudah.
"Kalau kereta luar kota sih memang aku sudah terdaftar lansia, jadi dapat potongan 20 persen. Itu membantu sekali. Harapannya kalau bisa KRL juga," tutupnya.
Baca juga: Lansia Dapat Kartu Gratis Transum Jakarta: Mau Jalan-jalan Lihat Pesawat di Bandara





