Kontrak Berjangka Wall Street Tergelincir usai Ketegangan AS-Iran Meningkat Lagi

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

New York: Indeks saham berjangka AS merosot pada Minggu malam, 19 April 2026 setelah pekan yang mencetak rekor di Wall Street. Penurunan karena ketegangan geopolitik yang kembali meningkat antara AS dan Iran mengguncang sentimen risiko global dan menaikkan harga minyak.

Dilansir dari Investing.com, Senin, 20 April 2026, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,8 persen menjadi 7.105,25 poin, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 turun 0,6 persen menjadi 26.655,75 poin. Kontrak berjangka Dow Jones turun satu persen menjadi 49.168,0 poin. AS menyita kapal kargo Iran Sentimen berubah menjadi waspada setelah Iran mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam putaran kedua negosiasi yang diharapkan Washington dapat diadakan sebelum gencatan senjata sementara berakhir pada hari Selasa.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa pasukan Amerika telah menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman.

Ia juga memperingatkan bahwa AS dapat meledakkan semua pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika Teheran gagal menyetujui kesepakatan.

Baca Juga :

Bitcoin vs Emas, Mana yang Paling Aman di Tengah Gejolak Global?


(Ilustrasi. Foto; Freepik)

Selat Hormuz dilaporkan ditutup kembali, memperbarui kekhawatiran akan gangguan pasokan. Harga minyak melonjak dalam perdagangan Asia pada hari Senin, karena para pedagang memperhitungkan risiko pasokan global yang lebih ketat dan potensi tekanan inflasi.

Kenaikan harga minyak mentah terjadi setelah periode stabilitas singkat pekan lalu, ketika kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Lebanon serta pembukaan kembali selat tersebut membantu meredakan premi risiko geopolitik dan mendukung reli di pasar saham global. Wall Street melewati pekan yang menguntungkan Wall Street baru saja melewati pekan yang kuat, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite naik ke level tertinggi sepanjang masa baru karena sentimen yang membaik.

Sepanjang pekan, ketiga indeks utama mencatatkan kenaikan yang kuat dengan Nasdaq naik sekitar 6,8 persen, S&P 500 sekitar 4,5 persen, dan Dow lebih dari tiga persen, menandai kinerja mingguan terbaik mereka dalam beberapa bulan.

Investor mengamati berita utama geopolitik, yang diperkirakan akan mendorong arah pasar jangka pendek, sementara kenaikan harga minyak dapat mempersulit prospek inflasi dan memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Kendari Targetkan Revitalisasi 1.200 Rumah Tidak Layak Huni
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon, Warga Kristen Amerika Marah
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
BPOM Ungkap Lonjakan Penyalahgunaan Ketamin di Tahun 2022-2024
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Event Lari di Bali Lancar Berkat Rekayasa Lalu Lintas yang Baik
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Genjot Bisnis Produk Kesehatan dan Kecantikan, Brand UMKM Asal Tulungagung Ini Kembangkan Konsep Multi-Brand
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.