KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini secara resmi membuka Pameran Foto Kartini Masa Kini: Jejak Langkah Kartini di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Pameran itu menjadi ruang refleksi sekaligus apresiasi atas kiprah perempuan Indonesia masa kini yang terus melangkah, berkarya, dan memberi dampak di berbagai bidang.
Dalam kesempatan tersebut, Rini tidak hanya hadir sebagai pembuka acara, tetapi juga sebagai salah satu dari 32 fotografer yang menampilkan karya.
Ia memamerkan dua foto bertema aktivitas membatik yang merefleksikan ketekunan, nilai budaya, serta peran perempuan dalam melestarikan tradisi.
Baca juga: Kisah Cinta Setia, Mahasiswi ISI Yogyakarta yang Angkat Tradisi Rawa Pening ke Panggung Internasional
Mengangkat tema “Jejak Langkah Kartini”, pameran ini menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini tidak berhenti di masa lalu, melainkan terus hidup dalam keberanian, ketekunan, dan kontribusi nyata perempuan Indonesia saat ini.
Rini menyampaikan, perubahan besar kerap berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Setiap langkah yang kita ambil hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju perubahan. Tidak harus selalu besar, yang terpenting adalah keberlanjutan dan makna dari setiap langkah tersebut,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (20/4/2026).
Ia juga mengajak aparatur sipil negara (ASN) perempuan untuk terus mengembangkan kapasitas diri, berani mengambil peran strategis, serta menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan nilai-nilai kemanusiaan dalam bekerja.
Baca juga: Kembang Api di Langit Beirut: Jeda bagi Kemanusiaan
Dalam sambutannya, Rini menuturkan bahwa fotografi bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan bahasa visual yang mampu menyampaikan pesan dan makna yang tidak selalu dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Setiap karya foto, menurut dia, menyimpan cerita, perjalanan, dan nilai yang mendalam.
“Melalui pameran ini, kita diajak melihat bagaimana perempuan Indonesia terus bergerak, mengambil peran, dan memberikan arti bagi lingkungannya,” ucap Rini.
Pameran ini juga menjadi wadah kolaborasi bagi fotografer dan pegiat seni visual untuk menampilkan perspektif tentang peran perempuan di era modern.
Rini mengapresiasi komunitas Heritage Photography serta seluruh panitia yang telah menghadirkan ruang kreatif yang inspiratif dan inklusif.
Baca juga: Kasus Amsal Sitepu, Anggota DPR: Negara Harus Hadir Melindungi Ruang Kreatif
Pameran berlangsung di Museum Mandiri, Jakarta, pada 19 April-3 Mei 2026. Selain menikmati karya fotografi, pengunjung juga dapat menjelajahi sejarah yang tersimpan di museum tersebut. Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




