Jakarta, VIVA – Gelombang kritik terhadap keputusan Universitas Indonesia (UI) terus membesar setelah kampus tersebut menjatuhkan sanksi skors 45 hari kepada 16 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) yang terlibat kasus pelecehan seksual verbal di grup chat.
Salah satu suara paling lantang datang dari Sabrina Chairunnisa. Mahasiswi S3 Ilmu Komunikasi UI angkatan 2024 itu secara terbuka menyayangkan keputusan kampusnya yang dinilai terlalu ringan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Lewat Instagram Story, Sabrina membagikan ulang unggahan akun @pandemictalks dan menuliskan kritik tajam.
"DO buka skors @univ_indonesia!!" tulisnya, dikutip Senin 20 April 2026.
Tak berhenti di situ, mantan istri dari Deddy Corbuzier tersebut juga mengungkapkan rasa kecewanya sebagai bagian dari civitas akademika UI.
"Nggak ada bangga-bangganya lagi sih jujur kalau sampai nggak di-DO ini para pelaku," tutur Sabrina Chairunnisa.
Ia juga menilai keputusan kampus mencerminkan sikap institusi secara keseluruhan.
"Mau ini oknum juga tetep aja penyelesaiannya kayak apa sangat cepat merefleksikan sikap dan kredibilitas UI imho," sentilnya.
Bahkan, Sabrina mengaku siap menerima konsekuensi jika pernyataannya dianggap melanggar.
"Kalau abis ngomong gini gue yang diskors or DO nggak apa-apa banget," tandasnya.
Skors 45 Hari Tuai Kontroversi
Mengacu pada siaran pers UI yang dirilis Rabu, 15 April 2025, kasus dugaan kekerasan seksual verbal tersebut tengah ditangani oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK). Sebagai langkah awal, 16 mahasiswa FHUI dinonaktifkan sementara sejak 16 April hingga 30 Mei 2026.
Selama masa skors, para mahasiswa tersebut dilarang mengikuti kegiatan akademik maupun berada di area kampus.
Namun, keputusan ini justru memicu reaksi keras dari publik. Banyak warganet menilai hukuman tersebut tidak memberikan efek jera.
"45 hari berasa liburan nggak sih? Harusnya dikasih pendidikan tambahan satu semester minimal untuk menghormati perempuan," komentar netizen.
"Habis 45 hari lupa deh," sindir yang lain.
"Ada yang namanya drop out, kenapa diskors? Hahaha sekelas UI punishment-nya begini? Amazing," kata warganet.
Desakan DO Menguat
Kritik serupa juga sebelumnya disuarakan oleh Melanie Subono. Ia menegaskan pentingnya ketegasan kampus agar tidak melahirkan lulusan yang hanya unggul secara akademik, tetapi miskin nilai moral.





