Respons Dedi Mulyadi Soal Kasus Siswa Lecehkan Guru di Purwakarta, sang Gubernur Sarankan Hukuman Ini

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kasus siswa lecehkan guru di Purwakarta viral di sosial media. Respons Dedi Mulyadi menjadi sorotan. Sebab ia menyarankan untuk memberikan hukuman selain skorsing.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus yang baru-baru ini ramai diperbincangkan. Pasalnya terjadi kasus pelecehan verbal guru oleh siswa di SMAN 1 Purwakarta.

Mengetahui hal tersebut, melalui keterangan di unggahan Instagram pribadinya @dedimulyadi71, ia mengaku ikut prihatin. Sebab tindakan para siswa yang ada di dalam video sangat keliru dan salah.

"Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologisnya, saya sudah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan," ujar Dedi, dikutip dari Kompas.com.

Ia juga menginformasikan bahwa orang tua dari para siswa yang terlibat sudah dihubungi oleh pihak sekolah. Selain itu, pihak instansi juga telah memberikan hukuman berupa skorsing selama 19 hari kepada pihak yang bersangkutan.

Dedi Mulyadi Beri Saran Hukuman

Setelah para siswa yang terlibat diberi hukuman skorsing, Dedi Mulyadi justru menyarankan hukuman lain. Pria yang akrab disapa KDM itu menyarankan hukuman berupa tugas sosial seperti membersihkan halaman sekolah, menyapu dan membersihkan toilet.

Menurutnya, pemberian hukuman seharusnya bisa memberikan manfaat bagi anak, khususnya dalam hal pembentukan karakter. Sehingga hukuman skorsing dinilai kurang efektif.

"Saya memberikan saran, anak itu tidak skorsing selama 19 hari, ini saran. Mudah-mudahan sarannya bisa digunakan, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah. Menyapu dalam setiap hari dan membersihkan toilet. Ini yang saya sarankan," ucap Dedi.

"Prinsip dasar adalah setiap hukuman yang diberikan harus hukuman yang memberikan manfaat bagi pembentukan karakter. Bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan oleh gurunya," tambahnya.

Selain Dedi Mulyadi, sebelumnya, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Agus Marzuki mengaku prihatin sekaligus kecewa atas kasus yang tengah ramai tersebut. Tindakan para siswa yang ada di video bertolak belakang dengan semanat pendidikan karakter yang tengah digalakkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, yakni Gapura Panca Waluya.

 

Dilansir dari Tribun Jabar, menurut Agus, jika benar pelaku merupakan siswa dari sekolah unggulan di Purwakarta, hal ini tentu menjadi ironi tersendiri. Sebab, perilau tidak terpuji mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap guru.

Belum lama ini, kasus siswa lecehkan guru di Purwakarta viral di sosial media. Respons Dedi Mulyadi jadi sorotan.

Ia memberikan saran hukuman yang berbeda selain skorsing. Misalnya dengan kegiatan yang bermanfaat seperti bersih-bersih halaman sekolah. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Lawan Persib di BRI Super League, Pelatih Dewa United Nilai Maung Bandung Tim yang Oportunis
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Trauma Kota: Pameran Foto, Performans, dan Diskusi Publik Hadir di Makassar
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Dua Terduga Penikam Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara Ditangkap Polisi
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Rapor Pemain Timnas Indonesia U-17 saat Hadapi Vietnam di Piala AFF U-17 2026: Pontang-panting Hadapi Tekanan Lawan
• 19 jam lalubola.com
thumb
Ciri-Ciri Mual karena Asam Lambung, Ini Bedanya dengan Tanda Hamil
• 7 jam lalutheasianparent.com
Berhasil disimpan.