SURABAYA, KOMPAS.TV - Indonesia akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026. Keputusan itu menyusul penerapan biodiesel 50 persen atau B50 berbasis kelapa sawit yang siap menggantikan kebutuhan solar impor secara penuh.
"Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Minggu (19/4/2026) dikutip dari Antara.
Amran menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional.
Indonesia selama ini masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan solar, dan B50 dirancang memutus ketergantungan tersebut dengan memanfaatkan komoditas sawit yang melimpah di dalam negeri.
"Ini energi masa depan Indonesia. Karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin," ujarnya.
Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina 20 April 2026: Ada Penurunan untuk Turbo dan Dex? Cek Daftar Lengkapnya!
Sebut Sawit Tidak Hanya Jadi Solar
Amran menjelaskan potensi sawit sebagai bahan energi tidak berhenti di biodiesel. Pemerintah tengah mempercepat pengembangan bensin dan etanol berbasis sawit sebagai langkah lanjutan.
Untuk pengembangan bensin berbasis sawit, pemerintah menyiapkan kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV).
Skema pengembangannya dimulai dari skala kecil sebelum diperluas menjadi industri besar.
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- B50
- biodiesel
- impor solar
- Andi Amran Sulaiman
- Kementan
- sawit





