President Director BMW Indonesia, Peter 'Sunny' Medalla, menjelaskan merek BMW sudah hadir di Indonesia selama 50 tahun. Selama ini, mereka bisa bertahan dan diakui sebagai merek premium karena memiliki filosofi dan nilai sejarah yang sangat kuat.
"Banyak orang bertanya apa yang membuat BMW berbeda dari merek lain? Ini semua tentang legasi, sejarah, dan kisah di balik BMW. Kami telah ada di sini lebih dari 50 tahun dan 25 tahun dengan anak perusahaan kami. Jadi kami berkomitmen berada di sini hari ini dan mungkin 50 tahun ke depan," ujar Sunny di Kemayoran Jakarta Pusat.
Di sisi lain, layanan yang diberikan kepada konsumen pun mendapatkan kelas premium. "Selanjutnya adalah servis dan pengalaman premium yang kami berikan kepada konsumen, dari ketika membeli hingga ketika menjual BMW. Itu adalah komitmen yang terus kita fokuskan," ucap Sunny. Baca Juga:
Motor Listrik Bisa Tempuh Jarak Lebih Dari 300 KM
Selain itu BMW AG, pada tahun lalu, meluncurkan laporan keuangan dan menunjukan kondisi yang sehat. Kondisi ini turut mendukung perusahaan menghadirkan produk-produk terbaru yang sesuai selera pasar.
"BMW berkomitmen dengan janji Sheer driving pleasure (kenikmatan berkendara). Jadi, ketika kamu berada di kursi pengemudi atau kursi penumpang, kamu akan merasakan perbedaannya," katanya lagi. Akui Pasar Otomotif Semakin Kompetitif Sunny juga menegaskan semakin banyaknya merek-merek otomotif baru yang hadir membuat persaingan semakin kompotitif. Para pemain baru, khususnya dari China, menawarkan harga yang menarik dan menggoda konsumen.
"Saya pikir segmen kompetitif di lingkungan kompetitif telah berubah sepenuhnya dalam dua tahun terakhir dengan banyaknya perusahaan China terutama jika ada lebih dari 20 (merek China) yang datang ke Indonesia." Baca Juga:
Hyundai Tantang Mobil China di 'Kandangnya' Lewat Mobil Konsep!
"Jadi banyak pelanggan kami atau calon pelanggan di masa depan, tiga atau empat tahun lalu tidak memiliki pilihan ini (mobil-mobil China). Dan sekarang banyak orang berpikir, 'kenapa kami tidak mencobanya?'. Dan lebih banyak perusahaan Jepang atau Korea yang terpengaruh (dengan itu) daripada kita (BMW)," sambung Sunny.
"Karena soal harga, itu pasti langsung ada pengaruhnya. Jadi memang akan ada pergeseran jika ada brand baru. Tapi pertanyaannya? Berapa lama ini akan berlangsung?," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





