Teheran: Pemerintah Iran menyatakan bahwa mereka akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk membela kepentingan nasional dan keamanan negara, di tengah masih berlangsungnya konflik dengan Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar, menyebut ancaman terbaru AS terhadap pelabuhan, wilayah pesisir, dan kapal-kapal Iran sebagai indikasi bahwa Washington tidak serius dalam berdiplomasi.
Araghchi juga menilai tuntutan Amerika Serikat saat ini bersifat kontradiktif dan tidak realistis.
Berdasarkan pernyataan resmi yang disiarkan Press TV, Araghchi menuduh AS telah berulang kali melanggar kesepahaman yang dicapai dalam satu tahun terakhir. Ia menyinggung aksi militer AS selama periode negosiasi pada Maret dan Juni 2025, serta dugaan pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang dimediasi Pakistan.
“Ini adalah tanda-tanda jelas dari niat buruk dan kurangnya keseriusan dalam diplomasi,” ujar Araghchi, seperti dikutip Anadolu, Senin, 20 April 2026.
Ia menegaskan Iran akan menggunakan seluruh kapabilitasnya untuk menjaga kepentingan nasional dan keamanan negara.
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan bahwa delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance, bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan menuju Pakistan untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan kepada Fox News bahwa pertemuan tersebut direncanakan berlangsung pada Senin malam atau Selasa di Islamabad, dan berpotensi berlanjut hingga Rabu.
Di sisi lain, jalur pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan mengalami gangguan sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran meletus pada 28 Februari. Ketegangan meningkat setelah Washington memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April.
Iran sempat membuka kembali Selat Hormuz, namun menutupnya hanya satu hari kemudian dalam memprotes langkah blokade laut AS. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Data Intelijen AS Sebut Kapasitas Militer Iran Masih Signifikan




