AS Serang dan Sita Kapal Kargo Berbendera Iran yang Diduga Coba Hindari Blokade

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Kapal tanker berlabuh di Selat Hormuz di lepas pantai Pulau Qeshm, Iran, Sabtu, 18 April 2026. (Sumber: AP Photo/Asghar Besharati)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) menyerang dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran yang menurut mereka telah mencoba menghindari blokade angkatan laut di dekat Selat Hormuz pada hari Minggu (19/4/2026). 

Sementara itu, komando militer gabungan Iran bersumpah akan membalas hal tersebut. 

Ini adalah pencegatan pertama sejak blokade pelabuhan Iran oleh AS dimulai pekan lalu. Komando militer gabungan Iran menyebut penyerangan bersenjata itu sebagai tindakan pembajakan dan pelanggaran gencatan senjata, kata penyiar negara.

Dengan meningkatnya ketegangan AS-Iran di selat tersebut dan gencatan senjata yang akan berakhir pada hari Rabu (22/4), tidak jelas bagaimana kelanjutan pengumuman Presiden Donald Trump sebelumnya tentang pembicaraan baru dengan Iran. Trump pun mengatakan para negosiator AS akan menuju Pakistan pada hari Senin (20/4). 

Sebagaimana dilansir AP News, Trump melalui media sosial mengatakan bahwa kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS di Teluk Oman memperingatkan kapal berbendera Iran, Touska, untuk berhenti dan kemudian "menghentikan mereka tepat di tempat dengan membuat lubang di ruang mesin."

Marinir AS telah mengamankan kapal yang dikenai sanksi AS tersebut dan "sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!"

Tidak jelas apakah ada yang terluka. Komando Pusat AS, yang tidak menjawab pertanyaan, mengatakan bahwa kapal perusak tersebut telah mengeluarkan "peringatan berulang kali selama periode enam jam."

Baca Juga: Netanyahu Tuding Iran Siapkan Bom Atom untuk Hancurkan Israel: Bukan Omong Kosong

Sementara itu, tidak ada komentar dari pejabat Iran yang secara langsung menanggapi pengumuman Trump tentang negosiasi lanjutan.

Namun, media pemerintah Iran, tanpa mengutip siapa pun selain sumber anonim, mengeluarkan laporan singkat yang mengisyaratkan bahwa pembicaraan tersebut tidak akan terjadi.

Beberapa menit setelah pengumuman penyitaan kapal, media pemerintah Iran melaporkan percakapan telepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Minggu (19/4) pagi. 

Tindakan AS, termasuk intimidasi dan perilaku tidak masuk akal, telah menyebabkan meningkatnya kecurigaan bahwa AS akan mengulangi pola sebelumnya dan "mengkhianati diplomasi," demikian laporan tersebut mengutip pernyataan Pezeshkian.

Dua upaya sebelumnya untuk melakukan pembicaraan, yakni Juni lalu dan awal tahun ini, terganggu oleh serangan Israel dan AS.

Dalam panggilan telepon lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, bahwa tindakan, retorika, dan kontradiksi AS baru-baru ini adalah tanda-tanda "niat buruk dan kurangnya keseriusan dalam diplomasi," kata penyiar negara Iran.

Baca Juga: Iran akan Buka Kembali Selat Hormuz Jika Blokade AS Dicabut | SAPA MALAM

Pakistan tidak mengonfirmasi putaran kedua pembicaraan, tetapi pihak berwenang telah mulai memperketat keamanan di Islamabad. 

Seorang pejabat regional yang terlibat dalam upaya tersebut mengatakan bahwa para mediator sedang menyelesaikan persiapan dan tim keamanan AS telah berada di lapangan. 

Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk membahas persiapan dengan media.

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : AP News

Tag
  • iran
  • as
  • amerika serikat
  • kapal iran
  • kapal
  • blokade
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil dan Sejarah Timnas Bosnia - Herzegovina: Pupuskan Harapan Italia dan Pernah Tampil di Brasil
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
RI Berduka 1 Tentara UNIFIL Asal Prancis Tewas: Hormati Gencatan Senjata
• 23 jam laludetik.com
thumb
Pemprov DKI Izinkan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Pemilik Lama
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Jaksa Agung Tegaskan Komitmen Kejaksaan RI Kawal Pemerintahan di Daerah dengan Jaga Desa
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Kebakaran Pabrik Petasan di India Tewaskan 20 Orang
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.