Ada WNI Terdampak Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran seribu rumah apung di Sandakan, Malaysia tidak menimbulkan korban jiwa meski ada Warga Negara Indonesia (WNI) terdampak peristiwa tersebut.

"Hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa. Sejumlah warga yang dilaporkan mengalami luka ringan saat berupaya menyelamatkan barang-barang mereka, telah mendapatkan penanganan medis," tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Kebakaran Besar di Malaysia Hancurkan 1.000 Rumah, 9.000 Warga Terdampak

Kemlu melalui KJRI Kota Kinabalu dan Direktorat Pelindungan WNI terus memonitor perkembangan penanganan insiden kebakaran di wilayah Sandakan, Malaysia pada Minggu (19/4/2026) dini hari.

Sekitar 1.000 rumah apung terbakar dari total 1.200 unit dalam insiden kebakaran tersebut.

Kemlu memaparkan, mayoritas penghuni kawasan merupakan warga negara Malaysia, warga negara Filipina, dan WNI yang menikah dengan warga negara Malaysia.

Kemlu pun bergerak melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat guna memperoleh data akurat terkait jumlah dan kondisi WNI terdampak.

Selain itu, Kemlu juga melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan situasi di lapangan, termasuk penanganan pengungsi dan distribusi bantuan.

"Menyiapkan fasilitasi dokumen keimigrasian bagi WNI terdampak yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran," ucap Kemlu.

Baca juga: 150 WNI di Malaysia Terancam Hukuman Mati

Di samping itu, berdasarkan pantauan Kemlu di lapangan, para korban yang memerlukan bantuan juga sudah ditampung di lokasi penampungan, dan ditangani oleh pihak terkait di Sandakan, Sabah.

Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan dan pendataan seluruh WNI yang terdampak.


Kemlu pun mengimbau keluarga di Indonesia yang memiliki kerabat di kawasan tersebut untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah.

Sebelumnya, kebakaran besar di desa pesisir Negara Bagian Sabah, Malaysia, pada Minggu (19/4/2026) menghanguskan sekitar 1.000 rumah apung, membuat 9.007 warga terdampak.

Kondisi rumah kayu di atas air

Bencana ini terjadi di “desa air” distrik Sandakan, wilayah timur laut Sabah, yang dihuni sebagian kelompok masyarakat paling rentan, termasuk penduduk adat dan warga tanpa kewarganegaraan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

AFP melaporkan, permukiman itu terdiri dari rumah-rumah kayu yang dibangun rapat di atas air, sehingga api dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Kepala Kepolisian Sandakan, George Abd Rakman, menyebut kebakaran ini insiden sangat besar dan memilukan, yang berdampak pada 9.007 penduduk, seperti dikutip dari harian The Star.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaksa Agung Tegaskan Komitmen Kejaksaan RI Kawal Pemerintahan di Daerah dengan Jaga Desa
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Dedi Mulyadi Geram, Proyek Rp3 Triliun Gaji Pekerjanya Hanya Rp80 Ribu Sehari, KDM: Perusahaannya Saya Blacklist
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Iran: Pembatasan Ekspor Minyak Tak Jamin Keamanan Selat Hormuz
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Cetak Guru Inklusif 2026, Kemendikdasmen Genjot Pemenuhan ABK
• 2 jam laludisway.id
thumb
Sosok Ketua DPC Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam, Tokoh Senior dan Paman John Kei
• 16 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.