Penulis: Ikhsan
TVRINews, Lombok Tengah
Program pencegahan stunting digulirkan di Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui pemanfaatan dana hasil lelang amal dalam gelaran MotoGP 2025. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan, khususnya bagi balita dan ibu hamil.
Program ini merupakan bagian dari komitmen InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa penyangga kawasan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
Bentuk intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) padat gizi secara rutin kepada balita dengan kondisi underweight dan ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK).
Dana bantuan berasal dari lelang barang bertanda tangan pembalap MotoGP dengan total nilai mencapai Rp72.523.800.
Dana tersebut dibagi antara ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), masing-masing sebesar Rp36.261.900, untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.
Vice President Destination Management ITDC, Nurhadi Nugraha, mengatakan program ini diharapkan tidak hanya berdampak langsung pada peningkatan status gizi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
"Pelaksanaan program turut melibatkan kader kesehatan desa serta tenaga gizi dari Puskesmas Desa Kuta yang melakukan pemantauan dan pengukuran secara berkala setiap minggu," ujar Nurhadi, Senin, 20 April 2026.
Melalui ITDC, bantuan disalurkan dalam bentuk PMT padat gizi kepada 10 balita underweight dan 5 ibu hamil dengan kondisi KEK di Desa Rembitan.
Program ini dirancang berkelanjutan, yakni selama 56 hari untuk balita dan 120 hari bagi ibu hamil guna memastikan intervensi gizi berjalan optimal dan terukur. Sementara itu, MGPA akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat di sekitar Sirkuit Mandalika.
Berdasarkan hasil pemantauan pada minggu pertama dan kedua April 2026, program ini menunjukkan respons awal yang positif. Pada kelompok ibu hamil KEK, rata-rata berat badan meningkat dari 44,24 kg menjadi 44,98 kg pada minggu pertama, dan kembali naik menjadi 45,26 kg pada minggu kedua.
Adapun pada kelompok balita underweight, rata-rata berat badan juga meningkat dari 7,72 kg menjadi 7,95 kg pada minggu pertama, dan 8,1 kg pada minggu kedua, dengan tinggi badan relatif stabil. Capaian ini menunjukkan indikasi perbaikan status gizi secara bertahap sebagai hasil intervensi yang dilakukan secara konsisten.
Nurhadi menegaskan, ITDC akan terus menghadirkan program yang tidak hanya mendukung pengembangan kawasan pariwisata, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan Mandalika.
Editor: Redaksi TVRINews





