Wabah Flu Babi Afrika di Tiongkok Semakin Merebak, Virus Bermutasi—Babi Mati dalam 3 Hari

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

Baru-baru ini, wabah African Swine Fever (flu babi Afrika) dilaporkan merebak di berbagai wilayah Tiongkok, dan virusnya disebut telah bermutasi. Babi yang terinfeksi dilaporkan bisa sakit dan mati hanya dalam waktu tiga hari. Namun, pihak berwenang diduga menutup informasi, dan banyak babi yang terinfeksi tidak ditangani dengan baik, bahkan masuk ke pasar. Akibatnya, harga babi di beberapa daerah anjlok tajam, bahkan lebih murah daripada sayuran.

EtIndonesia. Seorang blogger peternakan babi “Guru Yao” memperingatkan bahwa pada bulan April, kasus flu babi Afrika meningkat signifikan, terutama di wilayah Hebei, Shandong, Liaoning, Yunnan, Jiangxi, Guangdong, Guangxi, dan Fujian, dengan gejala yang beragam. 

Blogger lain mengungkapkan bahwa tingkat infeksi pada anak babi yang dibeli dari luar mencapai 80%. Meski pembiakan mandiri relatif lebih aman, kini telah muncul pembawa virus tanpa gejala di berbagai daerah, sehingga penyebaran tersembunyi menjadi lebih berbahaya.

 “Semua babi yang masuk ke rumah potong di seluruh negeri, hampir setiap tempat ada (flu babi Afrika), situasinya mirip dengan tahun 2019. Dari informasi internal, kami tahu ini adalah varian baru. Babi yang terinfeksi bisa mati hanya dalam 3 hari—sangat cepat. Dulu masa inkubasinya 7 sampai 10 hari,” ujar seorang pemilik rumah potong hewan di Beijing, bermarga Zhang (nama samaran). 

Pada tahun 2019, wabah flu babi Afrika melanda Asia secara besar-besaran dan menghantam industri peternakan babi di Tiongkok, menyebabkan harga babi melonjak hingga 40 yuan per kilogram. Namun saat ini, menurut pemilik rumah potong, pasokan daging babi jauh melebihi permintaan sehingga harga tidak bisa naik.

Zhang menambahkan:  “Setiap rumah potong besar memiliki ribuan ton daging beku. Sekarang bahkan babi standar pun tidak laku, perusahaan besar memotong dan menyimpannya sendiri. Bahkan jika semua babi habis sekalipun, dalam tiga bulan ke depan tidak akan kekurangan daging seperti tahun 2019.”

Belakangan ini, harga babi dengan berat sekitar 110 kg bahkan turun di bawah 4 yuan per jin (sekitar 0,5 kg). Di beberapa kios, harga daging bahkan kurang dari 2 yuan—lebih murah daripada sayuran. Para peternak mengungkapkan bahwa karena lemahnya pengawasan, sebagian besar tidak mau mengeluarkan biaya untuk mengubur bangkai babi yang terinfeksi. Mereka juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur membeli daging babi yang harganya jauh di bawah pasaran.


“Sejak awal musim semi 2026, harga babi terus turun, membuat peternak merugi. Rasanya sangat berat. Beternak babi itu melelahkan, butuh modal besar dan risikonya tinggi. Tapi semakin banyak memelihara, semakin besar kerugian. Kalau babi sudah besar tapi tidak dijual, bagaimana? Setiap hari harus diberi makan, dan itu butuh biaya. Tidak dijual, kerugian makin besar,” kata seorang peternak besar di Henan, bermarga Liu. 

Seorang pedagang pengumpul babi juga menyebut bahwa wabah tahun 2019 hampir memusnahkan peternak kecil, sementara perusahaan besar kemudian memperluas produksi secara besar-besaran hingga menyebabkan kelebihan kapasitas.

Belakangan ini, perusahaan besar mengurangi penjualan babi sehingga harga sedikit naik. Tujuannya diduga untuk menarik peternak membeli anak babi atau babi untuk digemukkan—yang dianggap sebagai strategi untuk meraup keuntungan cepat.

Seorang pedagang di Beijing, bermarga Li, mengatakan:  “Sekarang situasinya sangat pesimis. Orang tidak mau beli anak babi, tidak melanjutkan penggemukan, bahkan tidak berani menyimpan daging. Perusahaan besar sengaja memberi harapan dengan menaikkan harga sedikit. Ini manipulasi pasar oleh modal—hanya efek jangka pendek, tidak akan bertahan lama.”

Dilaporkan oleh Xiong Bin dan Chen Jianming, NTD Television.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 20 April 2026, Cek Lokasi dan Persyaratan
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Trump di Ambang Pemakzulan?
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mahasiswa Hukum Turun ke Jalan, Monas hingga DPR Jadi Titik Aksi
• 8 jam lalukompas.com
thumb
BMKG: potensi hujan lebat-sangat lebat di sejumlah area pada Senin
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Pererat Silaturahmi, Menko AHY Ajak Keluarga Besar Pawitandirogo Perbarui Semangat Kebersamaan
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.