Serang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyiapkan skema pengamanan empat tahap dalam menghadapi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day melalui simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang melibatkan personel gabungan.
Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, di Serang, Senin, mengatakan empat tahapan tersebut merupakan implementasi Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan, guna memastikan seluruh personel bertindak profesional dan terukur sesuai dinamika di lapangan.
“Pelatihan ini merupakan wujud kesiapan personel, sarana prasarana, serta SOP dalam pengamanan unjuk rasa, baik untuk May Day maupun agenda mendatang. Kami mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas sesuai prosedur,” katanya.
Baca juga: Kapolda Banten apresiasi ribuan buruh gelar lomba mancing ikan
Ia menjelaskan tahapan dimulai dari situasi hijau dengan mengedepankan tim negosiator Polwan dan Dalmas awal. Jika terjadi peningkatan eskalasi, situasi berlanjut ke tahap kuning dengan pengerahan Dalmas lanjut.
Apabila massa mulai bertindak anarkis, seperti melakukan pembakaran atau perusakan, situasi meningkat menjadi merah yang ditangani oleh tim penindak anarkis dari Brimob.
“Tahapan terakhir adalah penggunaan kekuatan senjata api, namun itu hanya dilakukan apabila situasi telah mengancam keselamatan petugas atau masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Polda Banten turunkan 1.700 personel amankan "May Day"
Meski demikian, ia menyebut berdasarkan koordinasi dengan serikat buruh di wilayah Banten, peringatan May Day tahun ini diarahkan pada kegiatan positif, seperti bakti sosial bersama pemerintah dan kepolisian.
Polda Banten juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi bohong serta memanfaatkan layanan call center 110 untuk memverifikasi informasi demi menjaga kondusivitas wilayah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut. Menurut dia, pemahaman strategi penanganan lapangan menjadi hal krusial bagi kepolisian dalam menjaga stabilitas daerah.
“Kekompakan dan keberanian harus dimiliki petugas. Saya mengapresiasi Polda Banten atas komunikasi yang baik dengan buruh sehingga diharapkan May Day di Banten berjalan aman dan kondusif,” katanya.
Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, di Serang, Senin, mengatakan empat tahapan tersebut merupakan implementasi Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan, guna memastikan seluruh personel bertindak profesional dan terukur sesuai dinamika di lapangan.
“Pelatihan ini merupakan wujud kesiapan personel, sarana prasarana, serta SOP dalam pengamanan unjuk rasa, baik untuk May Day maupun agenda mendatang. Kami mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas sesuai prosedur,” katanya.
Baca juga: Kapolda Banten apresiasi ribuan buruh gelar lomba mancing ikan
Ia menjelaskan tahapan dimulai dari situasi hijau dengan mengedepankan tim negosiator Polwan dan Dalmas awal. Jika terjadi peningkatan eskalasi, situasi berlanjut ke tahap kuning dengan pengerahan Dalmas lanjut.
Apabila massa mulai bertindak anarkis, seperti melakukan pembakaran atau perusakan, situasi meningkat menjadi merah yang ditangani oleh tim penindak anarkis dari Brimob.
“Tahapan terakhir adalah penggunaan kekuatan senjata api, namun itu hanya dilakukan apabila situasi telah mengancam keselamatan petugas atau masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Polda Banten turunkan 1.700 personel amankan "May Day"
Meski demikian, ia menyebut berdasarkan koordinasi dengan serikat buruh di wilayah Banten, peringatan May Day tahun ini diarahkan pada kegiatan positif, seperti bakti sosial bersama pemerintah dan kepolisian.
Polda Banten juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi bohong serta memanfaatkan layanan call center 110 untuk memverifikasi informasi demi menjaga kondusivitas wilayah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut. Menurut dia, pemahaman strategi penanganan lapangan menjadi hal krusial bagi kepolisian dalam menjaga stabilitas daerah.
“Kekompakan dan keberanian harus dimiliki petugas. Saya mengapresiasi Polda Banten atas komunikasi yang baik dengan buruh sehingga diharapkan May Day di Banten berjalan aman dan kondusif,” katanya.




