Penulis: Edi Kusnadi
TVRINews, Jambi
Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Seluruh desa di kecamatan tersebut yang berjumlah 13 desa ditetapkan sebagai wilayah rawan karhutla dan menjadi prioritas pengawasan menjelang musim kemarau 2026.
Ancaman kebakaran diperkirakan meningkat seiring kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino serta musim kemarau yang lebih panjang. Pemerintah Kecamatan Pauh pun telah mengingatkan seluruh kepala desa serta pihak perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini guna mencegah munculnya titik api.
“Seiring datangnya musim kemarau yang lebih awal, kami telah memperkuat langkah pencegahan seperti pemetaan wilayah rawan dan patroli terpadu bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” tegas Camat Pauh, Ahmad Mawaddah.
Selain langkah pengawasan, pemerintah juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
Dari 11 kecamatan di Kabupaten Sarolangun, Kecamatan Pauh termasuk dalam empat wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi, bersama Kecamatan Sarolangun, Batin Delapan, dan Mandiangin.
“Wilayah ini setiap musim kemarau selalu menjadi titik munculnya hotspot yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Ahmad Mawaddah.
Dengan meningkatnya koordinasi lintas sektor dan kesadaran masyarakat, pemerintah berharap potensi karhutla di wilayah Kecamatan Pauh dapat ditekan selama musim kemarau tahun ini.
Editor: Redaktur TVRINews





