Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi ditetapkan sebagai World Health Organization Listed Authority (WLA), sebuah status bergengsi yang menempatkan Indonesia sejajar dengan regulator obat dan makanan terbaik di dunia.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut pencapaian tersebut sebagai kabar menggembirakan bagi Indonesia di kancah global.
"Badan POM di panggung global mendapatkan pengakuan WHO Listed Authority Ini sangat mengembirakan, karena dalam konteks global cuma ada top 10 regulator di dunia yang bisa menggapai posisi ini dari 196 negara," kata Taruna dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan, dengan pengakuan tersebut, BPOM kini berada pada level yang setara dengan sejumlah otoritas regulator terkemuka dunia, seperti U.S. Food and Drug Administration (USFDA), Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea Selatan, Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA), Swissmedic, PMDA, Health Canada, European Medicines Agency, serta regulator di Australia dan Singapura.
"Jadi Alhamdulillah Badan POM merupakan 10 regulator top di dunia sekarang ini dalam hal 9 kriteria yang telah diposisikan. Jadi saya kira ini berita gembira bagi Indonesia karena dampaknya besar," ucapnya.
Taruna menambahkan, pengakuan tersebut menjadi bukti kepercayaan internasional terhadap Indonesia, khususnya dalam sistem pengawasan obat dan makanan. Selain itu, BPOM juga berpotensi menjadi otoritas rujukan global dalam bidang tersebut.
Lebih jauh, ia menilai status WLA akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Produk-produk yang dihasilkan di Indonesia akan memiliki reputasi dan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi di pasar global.
"Kemudian kita tentu punya dampak penguatan ekonomi karena dengan standar kita yang diakui tentu produk-produk ekonomi yang diciptakan, diproduksi di Indonesia dan disebarkan ke Indonesia akan punya reputasi dan kepercayaan yang tinggi," ujarnya.
Menurut Taruna, pencapaian ini juga meningkatkan posisi dan peran BPOM, yang tidak lagi sekadar menjadi pelengkap, tetapi menjadi salah satu penentu dalam sistem pengawasan obat dan makanan di tingkat global.
"Dan yang paling penting tentu peningkatan reputasi kita Kita bukan lagi dianggap sebagai lembaga negara yang sebagai pelengkap, tapi kita sebagai penentu," pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





