China Kucurkan Dana Obligasi Khusus Rp546,61 Triliun untuk 336 Proyek Strategis

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China melalui Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) resmi merilis daftar proyek utama tahap kedua untuk tahun 2026.

Mengutip laporan Kantor Berita Resmi Pemerintah China, Xinhua, otoritas terkait telah mengalokasikan dana segar senilai 216,8 miliar yuan atau setara dengan US$31,8 miliar (setara Rp546,61 triliun berdasarkan kurs JISDOR 17 April 2026 senilai Rp17.189 per dolar AS) dari penerbitan obligasi negara khusus bertenor sangat panjang (ultra-long special treasury bonds).

Berdasarkan pengumuman komisi pada Minggu (19/4/2026), dana jumbo tersebut akan disuntikkan untuk mendukung 336 proyek strategis di Negeri Panda. Disebutkan, langkah ini merupakan bagian dari inisiatif negara untuk mengimplementasikan strategi nasional utama dan membangun kapasitas keamanan di berbagai sektor kunci.

Baca Juga : Ekonomi China Tumbuh Lampaui Ekspektasi pada Kuartal I/2026

NDRC merinci, proyek-proyek tersebut mencakup berbagai area krusial yang menjadi fokus masa depan China. Sektor tersebut meliputi pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), renovasi saluran pipa bawah tanah perkotaan, infrastruktur transportasi di sepanjang Sabuk Ekonomi Sungai Yangtze, kawasan pertanian berstandar tinggi, hingga peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Jika diakumulasikan dengan alokasi tahap pertama yang mencapai 389,7 miliar yuan maka total pendanaan yang telah digelontorkan untuk mendukung proyek strategi nasional dan penguatan area kunci kini telah menyentuh angka 606,5 miliar yuan.

Adapun hingga saat ini, total pendanaan yang disalurkan telah mencapai 76% dari total pagu yang dipatok untuk setahun penuh, yakni sebesar 800 miliar yuan.

Seorang pejabat dari NDRC menyatakan bahwa pemerintah tidak hanya akan berhenti pada penyaluran dana. Upaya lanjutan akan terus didorong untuk menyempurnakan mekanisme investasi dan pembiayaan.

"[Selain itu] percepatan implementasi kebijakan 'infrastruktur lunak' dan memperketat pengawasan terhadap dana investasi pusat guna memastikan proyek berjalan efektif," ujar pejabat tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ukraina harap Turki bersedia jadi tuan rumah perundingan dengan Rusia
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Petugas Gabungan Jakbar Bersihkan Saluran Jembatan Lima untuk Cegah Banjir
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Pemprov DKI Jaring Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu dalam Sehari
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jelang Kedatangan Kloter Perdana di Arab Saudi, Layanan Haji Diperkuat 423 Petugas
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang
• 6 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.