Banyak orang tua tidak menyadari bahwa perubahan perilaku anak, seperti tiba-tiba sulit makan atau terlihat kurang aktif, bisa menjadi tanda awal kekurangan zat besi. Kondisi ini sering terlewat karena gejalanya tidak selalu terlihat jelas di awal.
Menurut Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Lucky Yogasatria Sp.A, kekurangan zat besi tidak hanya berdampak pada anemia, tetapi juga bisa memengaruhi aktivitas anak sehari-hari. Anak bisa terlihat lebih lemas, kurang aktif, bahkan mengalami penurunan nafsu makan.
Tanda pucat yang sering dikaitkan dengan anemia justru merupakan gejala yang muncul di tahap akhir. Artinya, saat anak sudah terlihat pucat, kondisi kekurangan zat besi sudah berlangsung cukup lama.
“Walaupun belum pucat ya, karena pucat itu adalah terakhir. Begitu sudah pucat itu udah telat nih,” ucapnya dalam acara peluncuran kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas di Jakarta Selatan, Selasa (14/4).
Pentingnya Suplementasi Zat Besi Sejak DiniKarena dampaknya yang cukup besar, pemberian zat besi bahkan direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Anak-anak, meskipun terlihat sehat, dianjurkan mendapatkan suplementasi zat besi sejak usia 4 bulan hingga minimal 2 tahun. Hal ini karena cadangan zat besi dalam tubuh bayi mulai menurun di usia tersebut.
Pada kondisi tertentu, suplementasi bahkan bisa diberikan lebih awal, misalnya sejak usia 1 bulan pada bayi dengan risiko tinggi. Salah satunya adalah bayi yang lahir dari ibu dengan anemia saat hamil. Jika ibu kekurangan zat besi, maka asupan untuk janin juga bisa tidak optimal, termasuk untuk perkembangan otaknya.
Pilih Bentuk Suplemen Sesuai Usia AnakPemberian zat besi juga perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Untuk bayi dan anak di bawah 2 tahun, bentuk tetes atau sirup biasanya lebih dianjurkan karena lebih mudah dikonsumsi dan dosisnya bisa disesuaikan dengan berat badan. Bentuk tetes juga memudahkan dokter dalam menentukan jumlah yang tepat.
“Jadi kalau anaknya masih dibawa 2 tahun, anaknya yang tetes. Atau sirup. Tetes ini paling enak buat dibawa setahun lah,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk anak yang sudah lebih besar dan mulai bisa mengunyah, suplemen dalam bentuk tablet kunyah bisa menjadi pilihan. Biasanya, bentuk ini diberikan saat anak sudah memasuki usia sekitar 3 tahun.
Melihat berbagai dampak yang bisa ditimbulkan, penting bagi orang tua untuk lebih peka terhadap tanda-tanda awal kekurangan zat besi dan memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi sejak dini ya, Moms.





