JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengeklaim pengelolaan sampah di Jakarta mencapai 100 persen.
Hal ini disampaikan Rano Karno, dalam rapat paripurna penyampaian pidato gubernur terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Dudi Gardesi Jadi Kadis LH, Terima PR Sampah Jakarta
Rano menjelaskan, capaian tersebut terdiri dari 30 persen pengurangan sampah dan 70 persen penanganan sampah.
Ia juga menyebut kapasitas sistem penanganan sampah di Jakarta saat ini mencapai 5.280 ton per hari.
“100 persen itu terdiri atas 30 persen pengurangan sampah dan 70 penanganan sampah dengan kapasitas sistem penanganan mencapai 5.280 ton per hari,” lanjut Rano.
Namun di tengah klaim tersebut, pada awal 2026 Jakarta sempat mengalami permasalahan penumpukan sampah di sejumlah titik, terutama sejak Maret hingga awal April 2026.
Penumpukan terjadi mulai dari tempat penampungan sementara (TPS) lingkungan, kawasan pasar, hingga permukiman warga.
Di TPS Waduk Cincin, Papanggo, Jakarta Utara, sampah bahkan meluber hingga ke akses jalan masuk.
Baca juga: Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Pejagalan, Bekas RTH Berubah Jadi TPS Liar
Tumpukan sampah disebut mencapai sekitar dua meter dan menghambat pergerakan truk pengangkut.
“lya ini truknya kalau mau ke sana ya lewat sini. Cuma karena menumpuk sampahnya ditaruh di sini,” kata Anto (30), warga setempat, Senin (6/4/2026).
Kondisi serupa terjadi di Rusunawa Tambora, Jakarta Barat.
Sampah menumpuk hingga lantai enam karena saluran pembuangan (trash chute) tersumbat.
Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, gunungan sampah juga kembali muncul dengan ketinggian mencapai enam meter.