REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan pada Ahad bahwa negara-negara Muslim di kawasan itu prihatin dengan aliansi militer yang berkembang antara Israel, Yunani, dan Siprus. Fidan mengatakan Yunani telah bergabung dengan kelompok Israel meskipun merupakan anggota Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO).
“Tidak ada yang memberi jaminan kepada kami bahwa ini bukan inisiatif melawan kami sebelum atau setelah pembentukannya,” kata Fidan selama Forum Diplomasi Antalya di Turki selatan, Seperti dilansir MEE
Baca Juga
Kedatangan Perdana Jamaah RI Pakai Skema Fast Track, Penyambutan Resmi Dilakukan di Madinah
KPK Ungkap Mayoritas Koruptor Pria, Cuci Uang Haram Via 'Ani-Ani'
Singgung Qanun Asasi Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Isyaratkan Siap Maju Ketum PBNU
Ia juga merujuk pada komentar yang dibuat oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berdiri bersama perdana menteri Yunani dan presiden Siprus pada pertemuan puncak trilateral di Israel tahun lalu.
Pada konferensi pers bulan Desember, Netanyahu menyindir Turki yang dianggap hendak membangun kembali Kesultanan Ottoman.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Kepada mereka yang+ berfantasi bahwa mereka dapat membangun kembali kerajaan dan kekuasaan mereka atas tanah kami, saya katakan: Lupakan saja. Itu tidak akan terjadi. Jangan pernah memikirkannya,” kata Netanyahu.
Aliansi Israel-Yunani-Siprus, yang berawal sejak awal tahun 2010-an, mencakup kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan, seperti pelatihan militer bersama dan pertukaran intelijen.
Fidan pekan lalu menyatakan bahwa aliansi tersebut bermaksud untuk mengepung Turki di selatan dan mengatakan bahwa hal itu menimbulkan lebih banyak masalah" dan mengarah pada perang.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)