HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Gerbong mutasi di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Makassar kembali bergerak. Masa jabatan Hamzah Ahmad sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar resmi berakhir tepat hari ini, Senin (20/4/2026). Sebagai gantinya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah menunjuk sosok yang sudah tidak asing lagi di lingkungan pemerintahan kota.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, posisi strategis tersebut kini dipercayakan kepada Andi Syahrum Makkurade. Mantan Camat Biringkanaya yang juga anggota Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Makassar ini dinilai memiliki kapasitas untuk melanjutkan tren positif yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya.
Pergantian ini menandai berakhirnya masa transisi di bawah komando Hamzah Ahmad yang dimulai sejak April 2025. Selama satu tahun menjabat dengan mandat khusus dari Wali Kota Munafri Arifuddin, Hamzah tercatat melakukan “operasi besar” untuk menyehatkan manajemen dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Langkah berani langsung diambil Hamzah di awal masa jabatannya melalui restrukturisasi organisasi. Ia memangkas jumlah direksi dan dewan pengawas, bahkan merumahkan lebih dari 200 pegawai demi menekan beban keuangan perusahaan.
Kebijakan “ikat pinggang” tersebut membuahkan hasil nyata. PDAM Makassar dilaporkan mampu menghemat biaya operasional hingga Rp250 juta setiap bulannya. Hamzah juga berani mengambil keputusan tidak populer dengan menghentikan proyek pemasangan pipa baru yang dinilai tidak mendesak, dan lebih memilih mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada.
Hasilnya pun fantastis. Hanya dalam kurun waktu lima bulan, atau tepatnya pada Oktober 2025, PDAM Makassar berhasil mencatatkan transformasi luar biasa: dari kondisi merugi menjadi perusahaan yang mencatatkan laba.
Tak hanya fokus pada angka-angka di atas kertas, Hamzah Ahmad juga meninggalkan fondasi tata kelola yang kuat. Ia menggandeng BPKP Sulawesi Selatan sebagai mitra konsultasi untuk memastikan setiap langkah strategis perusahaan berjalan sesuai prinsip akuntabilitas.
Langkah-langkah yang diambil Hamzah Ahmad selama ini mencerminkan fokus pada efisiensi, optimalisasi sumber daya, serta perbaikan tata kelola sebagai landasan utama dalam meningkatkan kinerja PDAM Makassar ke depan.
Tantangan Baru Syahrum Makkuradde
Kini, estafet kepemimpinan berada di tangan Andi Syahrum Makkurade. Publik Makassar menaruh harapan besar agar mantan camat yang dikenal dekat dengan masyarakat ini mampu mempertahankan momentum profitabilitas PDAM.
Tantangan besarnya adalah bagaimana Syahrum terus mendorong kinerja perusahaan di tengah tuntutan peningkatan kualitas layanan air bersih bagi warga Kota Daeng, sembari menjaga ritme efisiensi yang telah diletakkan oleh Hamzah Ahmad.
Akankah tangan dingin eks Camat Biringkanaya ini membawa PDAM Makassar ke level yang lebih tinggi? Menarik untuk kita kawal bersama. (*)





