Pemerintah Vietnam tengah mengusulkan perpanjangan insentif pajak untuk kendaraan listrik (EV) ke parlemen.
IDXChannel—Pemerintah Vietnam berencana untuk memperpanjang masa berlaku pemotongan pajak khusus untuk kendaraan listrik (EV) hingga 2030. Perpanjangan masa insentif ini diharapkan dapat mendorong penjualan EV sekaligus mengurangi emisi.
Melansir Reuters (20/4/2026), pemerintah akan menyerahkan rancangan usulan perpanjangan insentif ini kepada parlemen untuk persetujuan.
Sebagai tambahan informasi, pemerintah Vietnam telah memberikan potongan pajak khusus untuk kendaraan listrik sejak Maret 2022. Potongan pajak ini berada dalam rentang 1-3 persen. Sebelumnya, Vietnam bahkan pernah memberikan potongan pajak hingga 4-11 persen.
Kebijakan insentif untuk kendaraan listrik ini tadinya akan berhenti pada Februari 2027. Namun, kini pemerintah Vietnam ingin memperpanjang masa berlaku kebijakan tersebut. Terlebih di tengah peluang peningkatan penjualan EV.
Penjualan kendaraan listrik di negara tersebut melonjak drastis dari 7.000 unit per tahun pada 2022, menjadi sekitar 175.000 unit pada 2025. Lonjakan penjualan ini disebut terdongkrak oleh kebijakan insentif pemotongan pajak itu.
Peningkatan penjualan EV itu juga berkontribusi pada realisasi target net zero 2025 di Vietnam. Pemerintah Vietnam mengungkapkan bahwa tiap EV mampu mengurangi emisi karbon sebesar 0,85 metrik ton per tahun.
“Melanjutkan penerapan insentif pajak untuk kendaraan listrik dapat menghasilkan sejumlah dampak positif, membantu percepatan transisi ke kendaraan energi bersih, mengurangi emisi, memperbaiki kualitas udara, terutama di kota-kota besar,” tulis pemerintah Vietnam dalam rancangan usulan perpanjangan insentif pajak.
Selain memberikan potongan pajak, pemerintah Vietnam juga memberikan insentif lain berupa pengecualian biaya pendaftaran kendaraan pertama untuk EV selama dua tahun hingga Februari 2027.
(Nadya Kurnia)





