Bisnis.com, JAKARTA — PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) mencatat lonjakan laba bersih 60,5% secara tahunan pada kuartal I/2026 menjadi Rp9,4 miliar, menunjukkan ketahanan kinerja di tengah tekanan musiman Ramadan dan ketidakpastian global.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (20/4/2026), pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan yang melesat 52,4% menjadi Rp444 miliar dari Rp292 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA turut meningkat 66,7% menjadi Rp81,1 miliar, dengan margin yang melebar ke level 18,3% dari sebelumnya 16,7%.
Direktur Utama FORE Vico Lomar mengatakan kinerja ini mencerminkan efektivitas ekspansi dan peningkatan skala usaha perseroan. Di saat konsumsi cenderung melambat selama Ramadan, FORE tetap mampu menjaga pertumbuhan melalui penguatan basis pelanggan dan efisiensi operasional.
Ekspansi jaringan menjadi salah satu pendorong utama. Sepanjang kuartal I/2026, perseroan membuka lebih dari 20 gerai baru, dengan lebih dari 40% berada di kota tier 2 dan tier 3. Hingga akhir Maret 2026, total gerai aktif mencapai 338 unit, naik 35% dibandingkan 251 gerai pada kuartal I/2025.
"Hasil kuartal I/2026 kami mencerminkan konsistensi pendekatan kami dalam menjaga keunggulan operasional, tidak pernah berkompromi terhadap kualitas produk, dan sangat cermat dalam mengalokasikan modal," ujarnya.
Menurutnya, setiap pembukaan gerai dilakukan melalui seleksi lokasi yang ketat dengan fokus pada imbal hasil jangka panjang. Perseroan juga memanfaatkan dana hasil IPO secara disiplin untuk mendukung ekspansi.
Baca Juga
- Geliat Ekspansi Fore (FORE) Buka 100 Gerai Kopi dan Donut 2026
- Strategi Bos Fore (FORE) Pacu Bisnis Kopi di Kota Besar Hingga Wilayah Penyangga
- FORE Proyeksi Kontribusi Fore Donut Masih Single Digit Tahun Ini
Komisaris Utama FORE Willson Cuaca menyoroti tantangan eksternal yang dihadapi selama periode tersebut, mulai dari dinamika geopolitik hingga periode operasional yang lebih pendek.
"Pada kuartal ini, FORE menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Tidak hanya periode kuartal yang lebih pendek akibat libur panjang, namun dinamika geopolitik global yang terus berkembang serta konflik yang masih berlangsung membuat lingkungan operasional menjadi sangat sulit diprediksi," katanya.
Di sisi lain, lini bisnis baru Fore Donut mulai menunjukkan akselerasi. Setelah peluncuran pada kuartal IV/2025, unit ini telah menambah lima gerai baru sepanjang kuartal I/2026 dan bersiap melakukan ekspansi ke sejumlah kota besar.
Perseroan menargetkan ekspansi lebih lanjut, termasuk penetrasi ke bandara dan kota-kota utama seperti Bandung dan Surabaya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi dan penguatan ekosistem produk.
Dengan model bisnis yang dinilai scalable dan penetrasi pasar yang semakin luas, FORE berupaya menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas di tengah dinamika industri makanan dan minuman.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, Rabu (25/2/2026), Direktur Strategi dan Pengembangan Perusahaan FORE Fahmi Rachmattulah, menargetkan pembangunan sedikitnya 70 gerai baru Fore Coffee tahun ini. Rencana ekspansi itu akan tidak hanya dilakukan FORE ke wilayah tier 2 dan tier 3, melainkan juga tetap memastikan pasar di wilayah kota tier 1.
”Masih sama dengan tahun lalu, 70 gerai. Konsepnya masih sama, ke [wilayah] tier 2, tier3, tier 1 juga masuk. Jadi tier 1-nya 50%, sementara tier 2 dan 3-nya another 50%,” katanya.
Adapun, untuk membangun gerai tersebut, FORE akan mengalokasikan Rp2 miliar per gerai. Fahmi menegaskan, upaya ekspansi itu akan dijalankan Fore dengan cukup berhati-hati, dalam hal pemilihan lokasi hingga memastikan daya beli masyarakat setempat.
Selanjutnya, FORE juga berencana menambah gerai Fore Donut. Bisnis yang digadang menjadi new engine bagi perseroan ini ditargetkan dapat menambah gerai hingga 30 unit di wilayah Jawa dengan menyerap capex sedikit lebih tinggi dari Rp2 miliar per gerai.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





