Hana (28 tahun) bercerita pada kumparan tentang pengalamannya yang kehilangan saldo tabungan dalam sekejap.
Siang itu, ia menerima pesan WhatsApp dari nomor asing dengan logo ekspedisi resmi di tengah kesibukannya bekerja. Pesan tersebut mengabarkan bahwa paketnya tertahan karena alamat tidak jelas. Dalam pesan tersebut dilampilkan file APK yang diklaim sebagai foto resi. Karena ingin paketnya cepat sampai, Hana mengeklik file tersebut tanpa ragu.
Selang beberapa hari, Hana sadar bahwa saldo di ATM-nya habis dan ada beberapa pembelian barang melalui aplikasi belanja online yang tidak pernah ia lakukan.
Kejadian yang dialami Hana membuktikan bahwa penipuan siber tidak lagi mengenal usia dan pengetahuan kita terkait teknologi. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan online mencapai angka fantastis, yakni Rp 9,1 triliun sepanjang periode 2024 sampai 2026.
Selain itu, Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencatat 73.743 laporan penipuan transaksi belanja pada 2024. Angka ini menegaskan bahwa modus kurir palsu telah menjadi ancaman serius yang mengincar siapa saja melalui celah psikologis yang rapuh.
Mengenal Taktik "Urgency" dalam Modus PenipuanSindikat penipuan yang mencatut nama jasa kirim atau kurir biasanya memanfaatkan kondisi psikologis konsumen yang memang sedang menunggu barang.
Mereka mengirimkan pesan dengan nada mendesak, misalnya dengan mengirimkan file APK yang diklaim sebagai dokumen resi atau foto paket yang alamatnya tidak jelas. Taktik ini sengaja dirancang agar kamu merasa panik dan segera mengeklik tautan tersebut tanpa berpikir panjang.
Chairman CISSReC, Dr. Pratama Persadha, menegaskan bahwa kewaspadaan adalah benteng pertahanan utama. Saat menerima pesan pengiriman paket, sebaiknya Anda tidak langsung panik atau mengikuti instruksi secara membabi buta.
Penting untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi melalui aplikasi atau saluran komunikasi resmi milik platform belanja kamu.
Jurus SATSET: Cara Lazada Melindungi Dana dan DataSebagai respons terhadap maraknya scamming ini sekaligus memperingati Hari Konsumen Nasional, Lazada Indonesia merilis kampanye edukasi bernama SATSET (Sadar, Teliti, dan Segera Tolak).
Kampanye ini hadir sebagai langkah proaktif untuk melawan modus kurir palsu dan melindungi ekosistem belanja digital. Berikut adalah panduan praktis yang bisa kamu terapkan.
1. SADAR (Kenali Modusnya)Waspadailah pola komunikasi yang mencurigakan. Oknum penipu seringkali meminta data sensitif seperti nomor KTP, nomor rekening, kode OTP, hingga password.
Kenali juga modus baru seperti penawaran refund palsu yang mengharuskan kamu mengeklik link, memindai QRIS atau transfer ke rekening pribadi.
2. TELITI (Cek Langsung di Aplikasi)Jangan mudah percaya dengan pesan WhatsApp atau SMS dari nomor tidak dikenal. Jika menerima kabar soal paket, pastikan kebenarannya melalui fitur Lacak Pesanan (Track Order) langsung di aplikasi resmi Lazada secara real-time.
Jika ada kendala, hanya gunakan fitur In-App Chat untuk berkomunikasi dengan penjual.
3. SEGERA TOLAK (Hentikan Penipuan)Jika ada indikasi mencurigakan, segera ambil tindakan tegas dengan mengabaikan dan memblokir nomor tersebut. Jangan pernah mengeklik tautan sembarang atau mengunduh file APK berkedok foto resi agar perangkatmu tidak diretas. Tolak semua permintaan transaksi di luar aplikasi karena itu adalah indikator utama penipuan. Jika masih ragu, hubungi layanan pelanggan Lazada untuk klarifikasi.
Lazada terus memperkuat sistem keamanan dan layanan pelanggan mereka. Selain dengan edukasi SATSET, mereka juga belum lama ini meluncurkan Once & Done: komitmen menyelesaikan masalah sejak pertama kali pelanggan menghubungi layanan pelanggan.
Jika kamu menemukan aktivitas mencurigakan, jangan ragu untuk lapor ke CLEO (Chatbot Lazada). CLEO selalu siaga 24 jam di dalam aplikasi untuk membantu langkah penyelamatan lebih lanjut.
Yuk, jadi konsumen yang cerdas karena keamanan transaksi digital ada di tanganmu. Jangan biarkan rasa panik mengalahkan logika. Selalu ingat juga langkah SATSET setiap kali berbelanja.
Selalu buka aplikasi Lazada kamu, cek status pesanan di saluran resmi, dan tetap waspada, ya!





