Eni Temukan Sumur Gas Raksasa di Kaltim, Potensi Cadangan 5 Triliun Kaki Kubik

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Perusahaan energi asal Italia, Eni, mengumumkan penemuan cadangan gas besar melalui sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal, Cekungan Kutai, sekitar 70 kilometer dari lepas pantai Kalimantan Timur (Kaltim).

Eni memperkirakan potensi sumber daya mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat. Lokasi sumur ini ada di Blok Ganal yang merupakan lanjutan dari pengembangan proyek pengeboran lepas pantai Indonesia Deepwater (IDD).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan sumur bisa berporduksi mulai 2028. Selain gas, mereka juga mulai memproduksi kondesat 90 ribu barel yang diharapkan bisa bertambah jadi 150 ribu barel pada 2029-2030.

"Ini strategi agar gas kita tidak impor, kita penuhi dalam negeri, dan dorong untuk hilirisasi. Selain itu juga kurangi impor crude dengan adanya penambahan kondesat," katanya, Senin (20/4).

Dikutip dari situs Eni, sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman laut 2.000 meter. Hasil pengeboran menunjukkan adanya lapisan gas tebal dengan kualitas reservoir yang sangat baik. Saat ini, perusahaan tengah menyiapkan uji alir (drill stem test/DST) untuk memastikan tingkat produktivitas sumur tersebut.

Penemuan Geliga-1 melanjutkan rangkaian keberhasilan eksplorasi Eni di kawasan tersebut, setelah sebelumnya menemukan ladang gas Geng North pada 2023 serta sumur Konta-1 pada akhir 2025. Selain itu, lokasi ini juga berdekatan dengan temuan gas Gula yang memiliki potensi sekitar 2 Tcf.

Secara pengembangan, temuan Geliga berpotensi terintegrasi dengan proyek yang telah berjalan, yakni Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub). Pada proyek North Hub, Eni akan memanfaatkan fasilitas produksi terapung (FPSO) berkapasitas 1 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari yang terhubung dengan kilang LNG Bontang.

Kedekatan lokasi dengan infrastruktur eksisting dinilai membuka peluang percepatan produksi dengan biaya yang lebih efisien. Jika digabung dengan lapangan Gula, kedua temuan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan tambahan produksi hingga 1 miliar kaki kubik gas per hari dan sekitar 80.000 barel kondensat per hari.

"Sebelum ditemukan Blok Geliga-1, kita temukan blok Gula yang menghasilkan gas 2 triliun kubik feet dan 75 juta barel. Maka totalnya gas dari 2 blok ini menghasilkan 7 triliun kubik feet yang mulai produksi 2028 dan 3 juta 275 barel kondesat dan minyak," kata Bahlil.

Jika semua target itu bisa dikejar, rencana pemerintah untuk penuhi produksi 1 juta barel bisa dipenuhi pada 2030. "Saya minta Kepala SKK Migas untuk cek jenis gasnya, kalo cocok, bisa kita bangun LPG. Karena untuk Lotte butuh 1,5 juta ton LPG bahan baku di Cilegon dan perusahaan lain yang juga butuh LPG untuk bahan baku," jelasnya.

Blok Ganal dioperasikan Eni dengan kepemilikan 82 persen, sementara 18 persen sisanya dimiliki Sinopec. Aset ini nantinya akan dimasukkan ke dalam perusahaan patungan antara Eni dan Petronas.

Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan saat ini memproduksi sekitar 90 ribu barel setara minyak per hari, terutama dari lapangan Jangkrik dan Merakes di lepas pantai Kalimantan Timur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rayakan HUT ke-37, BRI Insurance Semakn Tangguh dan Terdepan
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Nus Kei Tewas Ditikam Saat Hendak Hadiri Musda, Golkar Marah, Minta Polisi Usut Tuntas
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Ditahan Imbang Vietnam, Indonesia Gagal Lolos Semifinal Piala AFF U-17 2026
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kaesang Minta Kader PSI Lampung Berkolaborasi dengan Partai Lain
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Dubes Silih Berganti Temui Megawati Setelah Pecah Perang AS-Iran, Apa yang Dibahas?
• 21 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.