Grid.ID - Ustadz Maulana kembali mencuri perhatian publik lewat pernyataannya yang blak-blakan. Dalam sebuah perbincangan santai bersama Ivan Gunawan, ia mengungkap alasan pribadi di balik rutinitas puasanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Maulana menjelaskan bahwa dirinya menjalani jenis puasa tertentu. Ia menyebut praktik itu sebagai bagian dari upaya pengendalian diri.
Tak hanya sekadar menahan lapar dan haus, puasa yang dijalaninya memiliki makna lebih dalam. Ia secara terbuka mengaitkannya dengan pengendalian hawa nafsu.
“Puasa yang saya lakukan itu untuk menahan hawa nafsu,” ungkap Ustadz Maulana dikutip Grid.ID melalui C8 Podcast, Sabtu (18/4/2026).
“Bukan hanya lapar, tapi juga sampai menahan nafsu seksual,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan karena disampaikan secara lugas. Jarang figur publik, khususnya pendakwah, membahas hal ini secara terbuka di ruang publik.
Ustadz Maulana kemudian menjelaskan latar belakang keputusannya. Ia mengaku pernah menjalani kehidupan rumah tangga cukup lama bersama mendiang istrinya.
Pengalaman tersebut membuatnya merasa perlu menjaga diri setelah kembali sendiri. Ia khawatir dorongan tersebut muncul kembali tanpa kontrol.
“Saya pernah menikah cukup lama, jadi tahu rasanya,” katanya.
“Karena itu, saya memilih berpuasa untuk menjaga diri,” sambungnya.
Dalam ajaran Islam, ia juga mengingatkan adanya anjuran bagi yang belum menikah atau tidak mampu menikah. Salah satunya adalah dengan memperbanyak puasa.
Hal ini sejalan dengan hadis yang menyebut puasa sebagai benteng dalam menjaga diri. Ustadz Maulana menilai praktik tersebut relevan untuk kondisi yang ia alami.
Ia pun menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pilihan, melainkan bentuk ikhtiar pribadi. Tujuannya agar tetap berada dalam batas yang sesuai ajaran agama.
Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya menjaga sikap dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengendalian diri menjadi kunci dalam menjaga kehormatan.
Pernyataan terbuka ini pun menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian menilai sikapnya jujur dan edukatif, sementara lainnya merasa topik tersebut cukup sensitif.
Meski demikian, Ustadz Maulana tetap menyampaikan pesan moral dari pengalamannya. Ia berharap hal ini bisa menjadi pengingat bagi siapa pun untuk menjaga diri dengan cara yang baik.(*)
Artikel Asli




