Kisah Miris Fadly Alberto, Dari Hidup Serba Kekurangan hingga Kini Terlibat Kasus Kekerasan

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Perjalanan hidup Fadly Alberto Hengga menyimpan kisah yang tidak mudah.

Di balik statusnya sebagai salah satu talenta muda sepak bola Indonesia, terselip cerita perjuangan dari kehidupan yang penuh keterbatasan.

Saat tampil bersama Timnas Indonesia U-16 di ajang Piala AFF U-16 2024, Fadly sempat mencuri perhatian berkat performanya di lapangan. Namun, kehidupan sehari-harinya jauh dari kata nyaman.

Pemain asal Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro itu tinggal di rumah sederhana berukuran sekitar 4x8 meter.

Rumah tersebut berdinding papan kayu, tanpa sekat antara ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur

Berkaca dari Ibunya Fadly Alberto Mampu Jadikan Anaknya Pemain Bola Timnas U-16, Kata Ustaz Adi Hidayat Tugas Orang Tua Utamanya Bertanggungjawab atas Anak
Sumber :
  • dok.instagram
.

Ia tinggal bersama ibu dan adiknya, sementara sang ibu bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kondisi ekonomi keluarga pun tergolong sulit, bahkan rumah yang ditempati berdiri di atas tanah milik Perhutani, sehingga tidak memiliki kepastian tempat tinggal.

Meski sempat diusulkan untuk mendapatkan bantuan program rumah tidak layak huni, hingga kini keluarga Fadly belum menerima bantuan tersebut. Salah satu kendalanya adalah status tanah yang bukan milik pribadi.

Namun di tengah keterbatasan itu, Fadly mampu menunjukkan bakat besarnya di sepak bola. Ia bahkan terus berkembang hingga menembus level timnas kelompok umur dan tampil di berbagai turnamen penting.

Sayangnya, perjalanan kariernya kini menghadapi ujian berat.

Nama Fadly mendadak viral setelah dikaitkan dengan insiden kontroversial di kompetisi Elite Pro Academy U-20 musim 2025/2026.

Peristiwa tersebut terjadi saat Bhayangkara FC U-20 menghadapi Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Laga berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Dewa United U-20.

Namun, perhatian justru tertuju pada insiden setelah pertandingan. Ketegangan antar pemain memicu kericuhan di pinggir lapangan.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pemain Bhayangkara FC U-20 berlari dan melancarkan tendangan keras menyerupai “kungfu” yang mengenai bagian belakang kepala pemain lawan.

Korban langsung terjatuh dan harus mendapat pertolongan. Sementara itu, rekan setimnya sempat mengejar pelaku, membuat situasi semakin memanas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
45 Peserta Antusias Ikut Program Hapus Tato Gratis di Makassar
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Kementan Uji B50 di Alsintan, Impor Solar Disetop Mulai 1 Juli
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dari Spiritual ke Ilmiah, Mbah Mijan Tempuh Studi Akupunktur ke Tiongkok
• 19 jam laludisway.id
thumb
Mengunjungi pameran bunga internasional di Shanghai, China Timur
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Pecah Kongsi, 2 Kelompok Simpanse Terbesar di Uganda Perang dan Saling Bunuh
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.