JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan cadangan migas berskala besar (giant) di Kalimantan Timur yang diproyeksikan menjadi penopang utama target swasembada energi nasional pada 2030.
Bahlil menyampaikan, temuan tersebut berasal dari dua wilayah kerja, yakni Blok Geliga dan Blok Gula.
“Ini merupakan bagian dari sejarah proses eksplorasi dalam rangka mencari cadangan-cadangan migas di negara kita,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/4).
Dari hasil eksplorasi, Blok Geliga diperkirakan memiliki cadangan gas sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF) serta kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak. Sementara Blok Gula menyumbang sekitar 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat.
Baca Juga: Pertamina–Toyota Kembangkan Bioetanol Teknologi 2G Berbasis Biomassa
Dengan demikian, total potensi dari dua blok tersebut mencapai sekitar 7 TCF gas dan ratusan juta barel kondensat.
Bahlil menegaskan, skala temuan ini tergolong besar dan strategis bagi ketahanan energi nasional.
“Ini giant. Sesuatu yang luar biasa sekali,” sebutnya, dikutip dari Breaking News Kompas TV.
Produksi dari kedua blok tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2028, dengan peningkatan signifikan hingga 2030. Produksi gas bahkan diproyeksikan melonjak dari kisaran 600–700 MMSCFD saat ini menjadi sekitar 3.000 MMSCFD pada 2030.
Baca Juga: BBM Nonsubsidi Naik: Bahlil Sebut Ikuti Harga Dunia, JK Nyatakan Sudah Diprediksi & Peringatkan ini
Bahlil menerangkan, penemuan ini menjadi bagian penting dalam upaya mencapai target produksi minyak nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- cadangan migas raksasa kaltim
- bahlil lahadalia
- blok migas geliga gula
- blok migas kaltim
- swasembada energi





