Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan luas ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota mencapai 3.703,56 hektare atau 5,59 persen pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan capaian tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, "Peningkatan persentase ruang terbuka hijau melalui pembangunan 15 lokasi RTH taman, satu lokasi RTH jalur hijau, tiga lokasi RTH hutan, dan satu lokasi RTH makam dengan 7.627 potensi petak makam baru."
Peningkatan Infrastruktur dan Fungsi TamanRano menjelaskan peningkatan luas RTH menjadi bagian dari capaian sektor lingkungan hidup dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan perluasan RTH hingga 30 persen dari total daratan pada 2045.
Selain penambahan luas, pemerintah juga meningkatkan fungsi taman kota melalui program taman 24 jam.
Ia mengungkapkan, "Sejumlah taman yang buka selama 24 jam telah menjadi tempat aktivitas publik yang mendorong budaya interaksi sosial masyarakat."
Integrasi tiga taman, yakni Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat, juga dilakukan menjadi Taman Bendera Pusaka.
Penguatan Ekologi dan Kualitas LingkunganPemprov DKI Jakarta turut memperkuat fungsi ekologi taman dengan menambah area resapan air di sejumlah lokasi.
Langkah itu dilakukan di antaranya di Embung Lapangan Merah Jakarta Selatan dan Waduk Giri Kencana Jakarta Timur.
Rano menyampaikan indeks kualitas lingkungan hidup Jakarta tercatat sebesar 55,28 persen dengan adanya perbaikan pada kualitas air, lahan, dan air laut.
Selain itu, emisi gas rumah kaca tahunan tercatat menurun menjadi 26,96 persen.
Pengelolaan sampah juga mencapai 100 persen, dengan komposisi 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan, serta kapasitas mencapai 5.280 ton per hari.




